SUNGAILIAT, BERITA-FAKTA.COM — Sepandai-pandai membungkus bangkai, baunya akan tercium juga. Metafora klasik ini menjadi kenyataan pahit bagi redaksi media online Merdeka Today. Narasi bombastis yang mereka rakit untuk melakukan pembunuhan karakter (character assassination) terhadap Ketua SMSI Kabupaten Bangka, Ahmad Wahyudi (Yuko), kini hancur lebur secara memalukan.
Tuduhan miring yang mengeklaim adanya “pencaplokan sepihak” atas pengelolaan Pantai Bio (Pulau Tiga) di Desa Deniang terbukti hanyalah dongeng fiktif yang sengaja dipelintir demi memuaskan nafsu dendam personal oknum penulisnya, Salman Al alias Caul.
Kedok jurnalisme hitam tersebut terbongkar secara telanjang setelah beredarnya bukti digital berupa tangkapan layar (screenshot) percakapan WhatsApp langsung dengan Camat Riau Silip, Sukma Aditya, pada Sabtu (23/5/2026) malam.
Dalam konfirmasi tertulis via pesan singkat, Camat Riau Silip tidak dapat menyembunyikan rasa heran dan lucunya melihat bagaimana pernyataan resminya ditekuk dan dimanipulasi sedemikian rupa oleh media tersebut demi memproduksi hoaks.
“Wkakaaaa td ad yg nanya tentang pantai bio, jadi q jawab sudah clear dan tdk ad masalah lagi… Kok jadi mcm nih,” tulis Camat Riau Silip dalam log percakapan yang bocor ke media.
Lebih jauh lagi, pemangku wilayah Kecamatan Riau Silip tersebut menegaskan bahwa situasi di lapangan sebenarnya sangat kondusif. Isu pengelolaan tersebut sudah lama tuntas secara kekeluargaan dan tidak ada benturan apa pun dengan warga Desa Deniang.
Ketika dikonfirmasi oleh sesama rekan bahwa berita tersebut sengaja dipelintir (“Diplintir berita a…”), sang Camat secara implisit membenarkan adanya motif penggiringan opini jahat yang sengaja menyudutkan posisi Ahmad Wahyudi. Bahkan, dengan tegas Camat mengaku sempat dimintai nomor kontak Kepala Desa Deniang oleh oknum tersebut, namun menolaknya karena mengetahui adanya gelagat yang tidak sehat.
“Aok.. die minta no pak kades dak q kasi.. sude tuh q hapus wa e.. barang lah lame n lah clear di lapangan kmren…” pungkasnya menggunakan bahasa daerah yang kental.
Bagi publik yang jeli, pelintiran berita ini bukanlah sebuah kebetulan yang jatuh dari langit. Ini adalah riak dendam yang dipelihara akibat kegerahan ekosistem tertentu di lingkaran Pemerintah Kota Pangkalpinang di bawah kepemimpinan Profesor Udin.
Selama ini, media investigasi Perkara News dikenal sangat vokal dalam menelanjangi gurita permainan anggaran kemitraan media di Dinas Kominfo Pangkalpinang, di mana media yang baru seumur jagung (belum genap 1 tahun) milik timses walikota terpilih secara ajaib bisa lolos mendapatkan kontrak kerja sama bernilai fantastis.
Karena tidak mampu membantah data dan fakta investigasi yang disajikan Perkara News, oknum Merdeka Today sengaja mencari-cari celah di tempat lain. Mereka membidik aktivitas ekonomi kreatif Gula Kelapa AYCO dan program pelestarian lingkungan Siber Green Day yang digagas oleh SMSI Bangka di Pantai Bio sebagai objek fitnah, dengan harapan bisa mereduksi kredibilitas Ahmad Wahyudi.
Dengan keluarnya pengakuan langsung dari Camat Riau Silip bahwa berita tersebut murni hasil pelintiran sepihak, maka gugatan moral dan hukum dari SMSI Bangka kini berdiri di atas batu karang yang tak tergoyahkan.
Seluruh dokumen perizinan dari Kepala Desa Deniang, Akbar Saukani, dengan Nomor Surat: 300/046/19.01.07.2005/2026 serta bukti obrolan digital dari Camat telah diamankan sebagai materi delik aduan.
SMSI Kabupaten Bangka memperingatkan keras redaksi Merdeka Today untuk segera memulihkan nama baik organisasi dan pribadi Ahmad Wahyudi dalam waktu 2×24 jam. Jika ruang klarifikasi ini diabaikan, maka jalur pidana pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE akan menjadi babak akhir bagi jurnalisme serampangan tanpa sertifikasi resmi yang dipertontonkan oleh saudara Salman Al alias Caul. Pers harus dibersihkan dari para makelar informasi yang hobi melintir fakta demi pesanan anggaran. (4WD)










