Pangkalpinang, Berita-Fakta — Isu rotasi Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Bangka Belitung mencuat seiring penyegaran pimpinan Forkopimda wilayah ini. Pergantian jabatan ini bagian dari upaya regenerasi internal TNI AL, bukan koreksi masalah, meski bertepatan dengan prestasi penindakan tambang timah ilegal yang kian gencar.
Kolonel Laut (P) Ipul Saepul, S.E., M.Tr.Opsla., yang baru saja menjabat Danlanal Babel sejak Maret 2025, mengonfirmasi adanya pergantian komando di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Saat dikonfirmasi Berita-Fakta pada Selasa (2/12/2025), Ipul merespons singkat: “Iya benar bang.”katanya saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, jabatan Danlanal Babel dipegang Kolonel Laut (P) Erwin Herdianto sejak Februari 2025, sebelum digantikan Ipul melalui serah terima jabatan (sertijab) di Mako Lantamal III Jakarta pada 28/2/2025. Acara pisah sambut di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Babel pada 3/3/2025 dihadiri Penjabat Gubernur Sugito dan jajaran Forkopimda, menandai transisi mulus untuk menjaga sinergi keamanan maritim di wilayah strategis ini.
Di bawah kepemimpinan Ipul, TNI AL Babel terus perkuat peran dalam pemberantasan tambang ilegal. Prestasi mencolok terlihat dari operasi Satuan Tugas (Satgas) Halilintar yang digelar Minggu (23/11/2025) di Sungailiat, Kabupaten Bangka. Personel TNI AL, bekerja sama dengan aparat terkait, menggerebek tiga gudang penyimpanan dan satu smelter yang diduga jadi pusat timah ilegal.
Dari razia tersebut, aparat amankan 134 ton timah berbentuk pasir dan balok, dengan nilai taksiran Rp40,1 miliar. Barang bukti ini diduga siap diekspor melalui jalur gelap, merugikan pendapatan negara dan rusak ekosistem pertambangan nasional.Operasi ini bagian dari komitmen TNI AL mendukung penegakan hukum di pesisir, mencegah perdagangan komoditas strategis yang melanggar aturan.
Satgas Halilintar, yang melibatkan TNI AL dan unsur penegak hukum, temukan 500 kampil pasir timah (rata-rata 50 kg per kampil) plus dua kampil timah batang tak jadi di smelter inisial D. Total temuan di tiga gudang capai 104 ton awal, sebelum diverifikasi lanjut jadi 134 ton. Seluruh lokasi disegel, dan barang bukti dipindah ke Gudang Besi Timah (GBT) PT Timah Tbk di Sungailiat untuk proses hukum lebih lanjut.
Pergantian Danlanal ini diharapkan perkuat momentum pemberantasan timah ilegal di Babel, yang masih marak meski ada razia rutin. Mongabay catat, aktivitas tambang liar di lintas timur Sungailiat kembali bergeliat pasca-protes penambang Oktober 2025, meski satgas seperti Halilintar terus berupaya tekan kolektor dan fasilitas ilegal.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi soal pengganti Ipul di Danlanal Babel. Namun, Forkopimda Babel optimistis sinergi tetap terjaga, dukung upaya jaga kedaulatan sumber daya alam di Negeri Serumpun Sebalai.












