Belenggu Timah Ilegal: PWI Bangka Barat Siap Robek Tirai Oknum Jurnalis Nakal

oleh -360 Dilihat
oleh
banner 468x60

BANGKA BARAT, BERITA-FAKTA.COM – Bara amarah menyala di dada Plt Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bangka Barat, Husni. Bagai singa lapar mengaum di hutan rimba, ia mendukung penuh langkah Sat Polair Polres Bangka Barat untuk merobek tirai gelap yang menyelimuti oknum wartawan yang ditengarai menjadi dalang di balik maraknya tambang timah ilegal di laut Teluk Inggris, Kecamatan Mentok.

 

banner 336x280

Aksi ini seolah luka menganga yang mencoreng kemuliaan profesi jurnalis.

Menurut Husni, keterlibatan wartawan dalam pusaran tambang ilegal ini bagaikan racun yang menggerogoti sendi-sendi etika profesi dan mencoreng arang di kening para pewarta.

 

Ia mendesak kepolisian untuk mengurai benang kusut dan menyingkap siapa saja wartawan yang terlibat. “Bongkar saja, jangan hanya berani menyebut! Saya dukung dan tunggu perkembangan kasus ini,” tegas Husni, suaranya menggelegar bagai petir di siang bolong.

 

Husni menegaskan, jika benar ada wartawan yang membentangkan jaring beking di belakang tambang ilegal, maka hal itu sudah melampaui batas kewajaran dan masuk ranah pidana, jauh dari naungan payung Undang-Undang Pers.

 

Undang-Undang Pers, lanjutnya, hanya berlaku sebagai perisai bagi tugas jurnalistik dan pemberitaan. “Kalau dalam menjalankan tugas liputan dihalangi, ada kekeliruan, dan pemberitaan, baru Undang-Undang Pers bisa diterapkan. Kalau membeking tambang ilegal, itu bukan urusan kami,” jelasnya.

 

Selain menyerukan pengusutan tuntas terhadap oknum wartawan yang bermain api dengan tambang ilegal, Husni juga mengajak seluruh awak media, khususnya anggota PWI, untuk kembali ke jalur lurus, bekerja sesuai kode etik jurnalistik agar tidak merusak citra profesi yang mulia ini.

 

Ia mengingatkan, jika niatnya adalah menjelma menjadi beking bagi aktivitas ilegal, lebih baik melepas jubah wartawan terlebih dahulu. Fungsi kontrol wartawan memang krusial, namun jangan sampai terjerumus ke jurang kekhilafan.

 

Husni menutup dengan sebuah petuah bijak: akan lebih mulia jika profesi wartawan menjelma menjadi mercusuar yang mendukung kemajuan daerah demi kesejahteraan masyarakat.

 

Ia mengajak para jurnalis untuk merajut kemitraan erat dengan pemerintah, kepolisian, TNI, Forkopimda, dan pengusaha.

 

“Mari kita berdiskusi bersama apa yang harus dilakukan untuk memajukan daerah dan menyejahterakan masyarakat. Itu yang harus kita pikirkan bersama, sekarang ini daya beli sedang turun karena susah mencari uang. Kita itu harus fleksibel, jangan sok suci,” pungkasnya, memberikan sentilan ringan namun menohok. (MJ001)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.