AWAM Babel Serukan Gencatan Senjata Berita Negatif Jelang Masa Tenang Pilkada Pangkalpinang

oleh -449 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Bak nila setitik rusak susu sebelanga, begitulah gambaran riuhnya dinamika politik jelang Pilkada ulang Kota Pangkalpinang 2025. Di era digital yang penuh dengan ledakan informasi, sayangnya, badai kampanye hitam bertiup kencang, menodai proses demokrasi yang seharusnya bersih.

 

banner 336x280

Informasi yang dihembuskan di media sosial dan media daring sengaja diciptakan untuk menjatuhkan lawan politik, merusak citra, dan menggiring opini publik demi kemenangan semu.

 

Kekacauan baru-baru ini terjadi saat sebuah klarifikasi Bawaslu Pangkalpinang tentang isu pengunduran diri Panwascam Girimaya. Kamis,(21/8) di Ruang rapat Panwascam Girimaya. Pertemuan yang seharusnya menjadi ruang untuk mencari kebenaran terkoyak oleh aksi tak beretika seorang warga Girimaya bertubuh besar mengunakan baju putih, tiba-tiba memotong pembicaraan narasumber.

 

Dengan sikap sok jagoan, ia merusak kesakralan acara yang dihadiri oleh Ketua Bawaslu Imam Ghozali Wahyu, perwakilan paslon 1, Zen dan Sarfin, serta perwakilan paslon 2, Bangun Jaya.

Sekretaris Aliansi Wartawan Muda Bangka Belitung (AWAM Babel), Ahmad Wahyudi, dengan geram mengungkapkan kekecewaannya.

 

Ia menegaskan, tindakan pria baju putih adalah cerminan minimnya etika dan adab, terutama saat berhadapan dengan jurnalis yang sedang menjalankan tugas.

 

“Posisi Bangun Jaya, Zen, dan Sarfin itu duduk sejajar. Mereka hadir untuk klarifikasi, bukan berkonfrontasi,” ujarnya. Sabtu,(23/8)

 

Ahmad juga menyayangkan pemberitaan yang menyebarkan fitnah, seolah-olah Bangun Jaya mendampingi warga tersebut untuk memusuhi panwascam, padahal ia duduk sebagai salah satu narasumber.

 

“Ini bukan lagi soal berita, tapi soal memelintir fakta untuk menciptakan narasi yang salah,” tegasnya.

 

Kini, media sosial dipenuhi narasi yang seolah-olah Pilkada ini penuh intimidasi. Padahal, hadir sebagai warga, bukan perwakilan paslon. Kehadirannya justru menimbulkan kesan negatif dan merusak kredibilitas Pilkada.

 

Menjelang masa tenang, AWAM Babel menyerukan gencatan senjata bagi semua pihak, terutama para jurnalis.

 

“Awam Babel berharap pimpinan redaksi dan rekan-rekan media menahan diri. Jangan lagi menyebarkan berita-berita miring yang mengadu domba,” pinta Ahmad Wahyudi

 

Ia mengajak semua pihak untuk menjaga perdamaian dan menciptakan Pilkada yang bermartabat. Ini bukan lagi soal kotak kosong, melainkan tentang memilih pemimpin terbaik.

 

“Jangan sampai karena satu orang, Pilkada ini terkesan bermasalah dan menjadi sorotan negatif se-Indonesia,” imbuhnya.

 

Jangan biarkan Pilkada ulang Kota Pangkalpinang ternodai oleh intrik dan fitnah. Biarkan masyarakat memilih pemimpin dengan hati nurani, bukan karena provokasi. Mari bersama-sama sukseskan Pilkada ini, jangan sampai kita sebagai pilar demokrasi justru menjadi orang-orang yang zalim. (MJ001)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.