Atasi Stunting, Menteri Wihaji Tinjau Langsung Keluarga Risiko Stunting dan Dorong Program Orang Tua Asuh di Pangkalpinang

oleh -368 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Pangkal Arang, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meninjau langsung kondisi penanganan tengkes (stunting) dan memastikan intervensi bagi Keluarga Risiko Stunting (KRS).

 

banner 336x280

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Wihaji mendatangi rumah warga sasaran untuk melihat langsung indikator penyebab stunting, mulai dari kondisi kelayakan hunian, saniter dasar, ketersediaan air bersih, hingga kondisi kesehatan balita di bawah dua tahun (baduta).

 

“Kunjungan ini merupakan kelanjutan dari peninjauan sebelumnya di Bangka Tengah. Di Pangkalpinang, kita meninjau lokasi sasaran untuk memastikan penanganan Keluarga Risiko Stunting (KRS) berjalan tepat sasaran,” ujar Wihaji saat ditemui wartawan di lokasi peninjauan.

 

Ia menekankan pentingnya pencegahan sejak dini, khususnya pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurutnya, upaya penyembuhan anak yang sudah terlanjur mengalami stunting hanya memiliki tingkat keberhasilan sekitar 20 persen.

 

“Fokus utama kita adalah pencegahan pada 1.000 hari pertama kehidupan. Jika masa 0 sampai 2 tahun ini tertangani dengan baik, risiko stunting bisa ditekan secara signifikan,” tegasnya.

 

Menanggapi kendala administratif—seperti kepemilikan sertifikat tanah—yang kerap menghambat penyaluran bantuan pemugaran rumah layak huni melalui dana APBN maupun APBD, pemerintah mengoptimalkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Melalui skema ini, bantuan diberikan secara langsung dari pihak penyalur (sponsor) kepada penerima manfaat tanpa melalui jalur birokrasi kementerian.

 

“Banyak warga yang rumahnya tidak layak huni dan sanitasinya buruk, tetapi sulit dibantu dengan APBN atau APBD karena terganjal aturan formal sertifikasi. Melalui program Orang Tua Asuh, lembaga korporasi seperti PT Timah Tbk hingga sektor perbankan dapat menyalurkan bantuan secara langsung kepada keluarga penerima,” jelas Wihaji.

 

Pemerintah menargetkan perluasan cakupan program pendampingan dan penanganan stunting secara nasional. Saat ini, realisasi penanganan secara kumulatif telah mencapai lebih dari 50 persen dari target nasional yang ditetapkan, mencakup intervensi fisik, nonfisik, serta edukasi kesehatan keluarga. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.