PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Sebuah tamparan realitas sekaligus pesan reflektif disampaikan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah di Aula Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, Kamis (25/06). Di tengah kekhusyukan acara, perhatian tertuju pada sorotan tajam mengenai pergeseran budaya membaca Al-Qur’an di kalangan generasi muda saat ini.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkot Pangkalpinang, Muhammad Subhan, secara gamblang menyuarakan keprihatinannya terhadap fenomena anak-anak zaman sekarang yang dinilai kian jauh dari kitab suci akibat paparan teknologi.
“Anak-anak sekarang sudah malas membaca Al-Qur’an, mereka lebih suka media sosial (medsos),” ungkap Muhammad Subhan saat menyampaikan sambutan resmi mewakili Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Di hadapan para tokoh agama dan tamu undangan, Subhan menegaskan bahwa kehadiran Lomba Hafalan Yasin Berkelompok yang diinisiasi beberapa hari lalu bukan sekadar kompetisi biasa. Momentum ini dinilai menjadi tamparan sekaligus obat penawar untuk memberikan pengajaran penting bagi seluruh masyarakat agar kembali membumikan Al-Qur’an di lingkungan keluarga.
Meski menyoroti tantangan digital, Pemkot Pangkalpinang memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi Kemenag dalam merawat kearifan lokal melalui tradisi nganggung yang menyertai perayaan Lebaran Yatim tersebut.
Budaya membawa dulang makanan ini dinilai berhasil menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, sekaligus khazanah budaya berharga yang menjaga identitas Kota Pangkalpinang agar tidak tergerus zaman.
Menutup sambutannya, Kabag Kesra juga menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah kepada seluruh masyarakat yang hadir. Ia mengajak umat Muslim di Kota Pangkalpinang menjadikan momentum ini sebagai ajang evaluasi total.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk muhasabah diri, sebagai tolak ukur dan patokan hidup. Semoga tahun ini kita semua bisa menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” pungkas Subhan. (Imelda)









