200 Ton Ilmenite Diamankan, Tapi ‘Bos Dana’ Masih Melenggang: Hukum Tumpul ke Atas di Pangkalpinang?

oleh -107 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Apa kabar penegakan hukum di Bumi Serumpun Sebalai? Sepertinya, menghirup udara bebas jauh lebih nikmat bagi seorang broker kelas kakap daripada mempertanggungjawabkan tumpukan mineral ilegal yang kini “bermalam” di tangan petugas.

 

banner 336x280

Hingga hari ini, publik hanya bisa menonton drama Perdhana Rihandi Putra alias Dana. Meski ratusan ton barang bukti sudah disita, sosok yang mengaku sebagai pemilik barang ini seolah memiliki “jimat” kekebalan yang membuatnya tetap bebas berkeliaran tanpa borgol di tangan.

 

Operasi senyap yang dilakukan personel gabungan Satlap Tri Cakti bersama Lanal Babel pada Kamis malam (12/2/2026) di Jalan Bawal, Kelurahan Pasir Garam, berhasil membongkar rencana besar yang nyaris mulus. Di balik dinding gudang tersebut, petugas menemukan harta karun bumi Bangka Belitung yang siap dilarikan. 200 Ton Ilmenite (yang diklaim oleh Dana). 12 Ton Zircon siap kirim dalam Ratusan karung mineral berharga jenis Monazite (Mineral Ikutan).

 

Lucunya, saat penggeledahan berlangsung pukul 21.30 WIB, Dana muncul dengan narasi klasik. Ia berdalih barang-barang tersebut hanyalah ilmenite biasa yang hendak dipindahkan ke gudang pribadinya di daerah Kampak karena alasan “pecah kongsi” dengan rekannya, DWI. Alasan yang sangat menyentuh hati, jika saja kita tidak bicara soal potensi kerugian negara akibat pengiriman ilegal.

 

Data hasil penelusuran tim di lapangan menunjukkan bahwa ini bukan kali pertama “sang maestro” Dana bermain api. Ia diduga sudah berulang kali melakukan pengiriman mineral ikutan secara ilegal ke luar daerah, termasuk tujuan Muntok dan Jakarta.

 

Hebatnya, meski gudang di Pasir Garam saat ini masih dijaga ketat oleh personel TNI AL, sang pemilik barang justru seolah tak tersentuh.

“Barang buktinya diamankan, tapi pemiliknya masih bisa ngopi santai. Mungkin 200 ton mineral itu dianggap jatuh dari langit tanpa ada yang punya,” sindir salah satu sumber di lapangan yang enggan disebutkan namanya.

 

Masyarakat kini menunggu, apakah hukum hanya akan tajam kepada tumpukan karung pasir, atau berani menyentuh aktor intelektual di baliknya? Penangkapan skala besar ini akan menjadi lelucon belaka jika pada akhirnya “ikan besar” dibiarkan lepas kembali ke lautan luas, sementara barang bukti hanya menjadi pajangan di gudang sitaan.

 

Akankah kasus Dana ini menguap bersama angin malam di Pangkal Balam, ataukah ini awal dari pembersihan mafia tambang di Bangka Belitung? Kita lihat saja sampai kapan “kesaktian” broker yang satu ini bertahan. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.