PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Pangkalpinang menunjukkan komitmen kuat terhadap transformasi pendidikan dengan mengikuti Zoom Meeting tentang Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), sebuah inisiatif yang bertujuan menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan keteladanan di lingkungan madrasah, Selasa (14/10).
Tiga pengawas madrasah Kemenag Pangkalpinang, yaitu Drs. Advis, M.H., Dra. Suarni, M.Pd.I., dan Rohani, M.Pd., hadir dalam pertemuan daring yang dipelopori oleh seluruh Pengawas Madrasah se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut. Kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh semangat, mencerminkan antusiasme para pendidik dalam menyambut perubahan paradigma ini.
Drs. Advis, M.M., bersama Desi Wahyuni, didapuk sebagai narasumber yang memaparkan konsep dasar dan implementasi KBC. Dalam paparannya, mereka menegaskan pentingnya menghadirkan nilai kasih sayang, empati, dan keteladanan sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran.
“Kurikulum Berbasis Cinta ini menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi harus mampu menumbuhkan karakter dan akhlak mulia siswa,” ujar Advis. “Dengan suasana belajar yang dilandasi cinta, kita dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga humanis dan religius.”
Kegiatan interaktif dan inspiratif ini diharapkan dapat menjadikan para pengawas madrasah sebagai penggerak utama dalam penerapan KBC di madrasah masing-masing. Tujuannya jelas: mewujudkan ekosistem pendidikan madrasah yang lebih humanis, religius, berlandaskan cinta, serta penuh kebaikan. Komitmen bersama ini menjadi sinyal positif untuk masa depan pendidikan madrasah di Pangkalpinang. (M3L)













