,

Wujudkan Pembelajaran Humanis, Pengawas PAI Kemenag Pangkalpinang Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta

oleh -277 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Dalam upaya mentransformasi suasana belajar di madrasah menjadi lebih inklusif dan empatik, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Roswita, S.Ag., M.M., memaparkan urgensi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan ini berlangsung di MIS Khoirul Ummah Pangkalpinang pada Selasa (6/1/2026).

 

banner 336x280

Agenda ini diikuti oleh 28 tenaga pendidik yang merupakan gabungan dari 18 guru MIS Baitul Muhtadin dan 8 guru MIS Khoirul Ummah. Hadir pula mendampingi para peserta, Kepala MIS Baitul Muhtadin, Hasanah, S.Pd.I., serta Kepala MIS Khoirul Ummah, Rokayah, M.Pd. S.Pd.I.

 

Dalam pemaparannya, Roswita menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukanlah sekadar konsep teoritis, melainkan sebuah pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan moderasi beragama. Menurutnya, aspek humanis dalam pendidikan adalah kunci untuk menciptakan ekosistem sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa.

 

“Guru memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai cinta melalui keteladanan, pembiasaan, dan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik,” ujar Roswita di hadapan para peserta.

 

Kegiatan ini tidak hanya berjalan satu arah. Para guru terlibat aktif dalam diskusi interaktif dan sesi berbagi praktik baik (best practice) mengenai penerapan nilai-nilai kasih sayang di ruang kelas masing-masing.

 

Kepala MIS Baitul Muhtadin, Hasanah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kolaborasi antar-madrasah seperti ini sangat penting untuk menyamakan persepsi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Sementara itu, Kepala MIS Khoirul Ummah, Rokayah, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran pengawas sebagai narasumber.

 

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman guru dalam mengimplementasikan kurikulum yang berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik,” tutur Hasanah.

 

Melalui sosialisasi ini, diharapkan para pendidik di lingkungan Kota Pangkalpinang mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara konsisten. Output jangka panjang yang dibidik adalah lahirnya generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, berkarakter kuat, dan memiliki jiwa moderat dalam beragama. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.