Warga Kampak Soroti Manfaat Tambang Rakyat untuk Sosial hingga Sinyalir Adanya Intimidasi Oknum Wartawan 

oleh -239 Dilihat
oleh
banner 468x60

BANGKA BARAT, BERITA-FAKTA.COM — Di tengah polemik aktivitas tambang rakyat di Dusun Kampak, Desa Jebus, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, masyarakat setempat berharap agar perdebatan publik turut melihat sisi manfaat ekonomi dan sosial bagi warga sekitar.

 

banner 336x280

Di sisi lain, warga juga menyuarakan keresahan terkait dugaan tekanan dari oknum wartawan hingga sinyalemen adanya kepentingan industri smelter di balik dorongan penutupan tambang.

 

Tokoh masyarakat Dusun Kampak, Haji Amat, menyampaikan bahwa keberadaan aktivitas ekonomi di sekitar pemukiman mereka diharapkan dapat berkontribusi langsung pada fasilitas umum, khususnya tempat ibadah yang saat ini membutuhkan perbaikan.

 

“Kami berharap mushola ini bisa diperbaiki. Kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan digunakan masyarakat untuk beribadah. Masjid dan mushola diperhatikan, fasilitas diperbaiki, dan kehidupan warga juga berjalan,” ujar Haji Amat, Selasa (8/9/2026).

 

Senada dengan Haji Amat, tokoh masyarakat lainnya, Rudi, meminta agar pemberitaan terkait polemik pertambangan ini berimbang dan tidak mengabaikan suara warga lokal yang merasakan dampak ekonomi secara langsung.

 

“Jangan sampai yang terdengar hanya suara yang meminta tambang dihentikan. Kami ingin ada pembangunan dan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Kalau ada yang pro dan kontra, berikan ruang kepada semuanya,” kata Rudi.

 

Dampak ekonomi juga dirasakan oleh pelaku usaha kecil seperti Meli, warga Dusun Kampak. Ia mengaku pendapatan warungnya sangat bergantung pada mobilitas warga dan pekerja di sekitar lokasi tambang.

 

“Kalau ramai, warung juga ramai. Kami yang berjualan tentu merasakan manfaatnya. Kami berharap pemerintah memikirkan masyarakat kecil agar tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarga,” tutur Meli.

 

Di balik perdebatan soal keberlangsungan tambang, muncul dugaan terkait tindak intimidasi dari sekelompok oknum yang mengatasnamakan media. Menurut laporan warga, oknum tersebut mengancam akan memberitakan hal negatif hingga menghentikan aktivitas tambang jika hasil timah tidak dijual melalui mekanisme yang mereka tentukan.

 

Selain dugaan ancaman pemberitaan, seorang warga bernama IM menyuarakan prasangka terkait latar belakang dorongan penghentian tambang rakyat tersebut. IM menduga terdapat oknum wartawan yang beroperasi di bawah naungan atau sponsor dari pihak perusahaan smelter tertentu demi menguasai cadangan timah di lokasi tersebut.

 

“Warga menolak kalau masyarakat disuruh berhenti, kemudian ada pihak lain yang masuk untuk mengambil timah. Kalau memang ada persoalan, semuanya harus jelas dan terbuka,” ujar IM.

 

 

Tudingan yang disampaikan warga baik terkait dugaan intimidasi pemberitaan oleh oknum wartawan maupun dugaan keterlibatan perusahaan smelter hingga saat ini masih bersifat keterangan satu pihak dan membutuhkan verifikasi lebih lanjut.

 

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk asosiasi profesi wartawan setempat serta perwakilan perusahaan smelter yang disinyalir, guna memberikan ruang klarifikasi dan hak jawab sesuai amanat Kode Etik Jurnalistik.

 

Warga Kampak berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum hadir untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, menduduki persoalan secara terbuka, serta merumuskan tata kelola pertambangan yang berkeadilan bagi kesejahteraan warga lokal. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.