Wajah Baru Layanan Kemenag: KUA Siap Terapkan Layanan Bergerak dan Tanpa Batas

oleh -159 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang melaksanakan apel rutin Senin pagi di halaman kantor, Senin (09/02/2026). Bertindak sebagai Pembina Apel, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rangkui, Makmur Hidayat, menyampaikan pesan krusial mengenai transformasi besar-besaran peran KUA dalam melayani masyarakat.

 

banner 336x280

Dalam amanatnya, Makmur Hidayat menyoroti implementasi Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 24 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Urusan Agama Kecamatan. Regulasi ini secara komprehensif memperluas cakupan peran KUA yang kini mencakup 9 fungsi utama dengan 48 rincian tugas layanan.

 

Peralihan ini diperkuat dengan hadirnya Keputusan Direktur Jenderal Bimas Islam Nomor 985 Tahun 2025 sebagai aturan turunan. Makmur menekankan bahwa KUA kini tidak lagi bersifat kaku dan statis.

 

– Layanan Tanpa Batas: Memangkas sekat birokrasi agar masyarakat mendapatkan akses layanan lebih cepat.

– Layanan Bergerak (Mobile Services): Petugas KUA didorong untuk proaktif menjemput bola, memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah terkecil.

 

“Wajah Kementerian Agama itu ada di KUA. KUA bukan sekadar kantor administratif yang tampak dari luar, melainkan panggung pelayanan nyata bagi umat,” tegas Makmur di hadapan peserta apel.

 

Melampaui standar pelayanan umum, Makmur mengajak seluruh pegawai untuk meng-upgrade budaya kerja dari format 3S (Senyum, Sapa, Salam) menjadi 6S. Konsep ini dirancang agar setiap persoalan masyarakat yang dibawa ke Kemenag berakhir dengan kepastian hukum dan administrasi.

 

Indikator Pelayanan 6S Kemenag Kota Pangkalpinang:

1. Sambut dengan senyum yang tulus.

2. Sapa dengan salam yang hangat.

3. Sopan dalam menanyakan kebutuhan masyarakat.

4. Santun saat melayani proses administrasi.

5. Solusi: Setiap tamu yang datang dengan masalah harus pulang membawa jalan keluar.

6. Selesai: Memastikan seluruh urusan dikerjakan dengan ikhlas dan tuntas tanpa tunda.

 

Menutup amanatnya, Makmur memberikan refleksi spiritual mengenai kedisiplinan dan integritas. Ia mengutip pandangan para ulama bahwa meski ikhlas secara teknis hukum tidak masuk dalam rukun atau syarat sahnya suatu pekerjaan formal, namun ikhlas adalah ruh dari seluruh amal ibadah dan kinerja.

 

“Melaksanakan kewajiban adalah bentuk kedisiplinan, namun melakukannya dengan ikhlas akan menjadikan pelayanan kita bernilai ibadah di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Tanpa ikhlas, pengabdian kita hanya akan menjadi rutinitas yang hampa,” pungkasnya.

 

Apel yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh jajaran pejabat eselon, pengawas, kepala KUA, penghulu, penyuluh, hingga staf pelaksana di lingkungan Kemenag Kota Pangkalpinang, sebagai komitmen mengawali pekan kerja dengan semangat integritas. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.