Bangka Selatan, Berita-Fakta — Tim Satgas Halilintar menggerebek sebuah gudang penyimpanan pasir timah di wilayah Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), pada Kamis malam, 23 Oktober 2025. Dalam operasi tersebut, petugas menemukan sekitar enam ton pasir timah, baik dalam kondisi basah maupun kering, yang kemudian diamankan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, barang bukti pasir timah tersebut telah dibawa ke gudang milik PT Timah atau Wasre di Kelurahan Tanjung Ketapang, Toboali. Seorang narasumber terpercaya di Toboali mengungkapkan bahwa gudang yang digerebek merupakan mitra resmi PT Timah.
Pengiriman pasir timah ke gudang PT Timah disebut sebagai prosedur standar.“Setahu saya, mereka memang mitra resmi. Biasanya, pasir timah dikirim ke PT Timah untuk diproses,” ujar narasumber tersebut pada Jumat, 24 Oktober 2025.
Ia menambahkan bahwa enam ton pasir timah tersebut tidak disita secara terpisah oleh Satgas Halilintar, melainkan dibawa ke gudang PT Timah sesuai mekanisme yang berlaku.Saat penggerebekan berlangsung, hanya seorang pekerja bagian pencatatan barang yang berada di lokasi. Tidak ada penahanan yang dilakukan oleh tim Satgas. “Hanya pasir timahnya yang dibawa ke gudang PT Timah,” jelas narasumber.
Terkait isu yang beredar di media sosial mengenai dugaan pemilik gudang berinisial J, narasumber menyebut bahwa masyarakat lokal tidak mempermasalahkan hal tersebut. Menurutnya, aktivitas penambangan timah menjadi tumpuan ekonomi bagi warga setempat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit.“Ekonomi sedang lesu. Kalau tidak ada yang membeli timah, masyarakat jadi kesulitan. Bahkan, beberapa waktu lalu, sempat viral ibu-ibu yang membawa pasir timah ke gudang PT Timah,” ungkapnya.
Aktivitas penambangan timah di Toboali memang menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, fluktuasi harga timah dan kondisi ekonomi global turut memengaruhi kesejahteraan warga lokal. Meski demikian, kerja sama antara mitra PT Timah dan penambang lokal tetap berjalan untuk menjaga roda ekonomi.
Penggerebekan ini menjadi sorotan karena melibatkan jumlah pasir timah yang cukup besar. Namun, hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Satgas Halilintar atau pihak terkait mengenai status hukum gudang tersebut atau dugaan keterlibatan pihak lain. (*/RN)












