PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Menyongsong tahun ajaran baru, akselerasi transformasi digital dan pemantapan kurikulum menjadi fokus utama jajaran pendidikan madrasah di Kepulauan Bangka Belitung. Jajaran Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang menghadiri undangan strategis terkait Penyusunan Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027, Digitalisasi Kepengawasan Pendidikan, serta Tindak Lanjut Penyusunan Dokumen Kurikulum Madrasah dan Raudhatul Athfal (RA).
Agenda krusial yang menentukan arah mutu pendidikan ini digelar di Auditorium H. Mas’ud Hasan Qolay, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Rabu (24/06). Pertemuan ini dirancang sebagai lompatan penting untuk menyelaraskan kesiapan administrasi sekaligus mengoptimalkan sistem kepengawasan berbasis digital agar madrasah semakin adaptif menghadapi perkembangan zaman.
Hadir langsung dalam kegiatan strategis tersebut tim Pengawas Madrasah Kota Pangkalpinang yang terdiri dari Advis, Samsul Bahri, Hj. Rohani, Hj. Saharah, dan Suarni.
Istimewanya, salah satu Pengawas Madrasah Kota Pangkalpinang, Advis, didapuk langsung menjadi narasumber sekaligus fasilitator utama dalam kegiatan tersebut. Dalam paparannya, Advis membedah materi krusial mengenai “Peran Kepemimpinan Madrasah untuk Perubahan Mutu Proses Pembelajaran” serta “Kepemimpinan Madrasah untuk Peningkatan Mutu Berkelanjutan”.
“Madrasah tidak pernah berada dalam kondisi yang benar-benar ‘selesai’. Murid, tantangan, kurikulum, hingga teknologi terus berubah. Karena itu, madrasah memerlukan proses belajar yang terus berlangsung secara sadar, terarah, dan berkelanjutan,” tegas Advis saat memaparkan materi siklus peningkatan mutu.
Sebagai fasilitator, ia juga mengajak seluruh peserta untuk mendalami indikator sekolah/madrasah yang bermutu melalui penguatan budaya belajar guru serta perbaikan yang bertahap dan berkelanjutan. Pendekatan kepengawasan ke depan ditekankan untuk berfokus pada praktik nyata di lapangan, bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif semata.
Melalui komitmen bersama dan penguatan kapasitas yang dinakhodai oleh para pengawas ini, implementasi cetak biru kurikulum digital di lingkungan Kemenag Pangkalpinang diharapkan siap melahirkan tata kelola madrasah yang jauh lebih responsif, akuntabel, dan berdampak nyata bagi siswa memasuki tahun ajaran baru 2026/2027. (Imelda)











