Sorotan Summit Aktuaris 2025: OJK ‘Sindir’ Perusahaan Asuransi Nakal, Jamin Klaim Aman Sentosa!

oleh -644 Dilihat
oleh
banner 468x60

BANGKA TENGAH, BERITA-FAKTA.COM– Dentuman palu kebangkitan industri asuransi bergema di Novotel Bangka, saat Indonesia Actuaries Summit (IAS) ke-8 tahun 2025 diselenggarakan. Di tengah gejolak ekonomi yang kian menguji kesabaran, sorotan utama tertuju pada peran krusial para aktuaris dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan asuransi.

 

banner 336x280

Kepala Eksekutif Pengawas Peransurasian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono, tak segan menyentil atau lebih tepatnya, “menyindir” dengan santun pentingnya pembentukan cadangan teknis yang mumpuni.

 

“Klaim yang mungkin terjadi di masa ini?” ujar Ogi, seolah merespons keraguan yang membayangi. Ia melanjutkan, “Di tengah gejolak ekonomi Indonesia seperti ini, peran aktuaris ini seperti apa, Pak?” Sebuah pertanyaan retoris yang menggantung, namun langsung dijawab dengan sindiran tajam.

 

“Beberapa kasus yang terjadi di pusat-pusat nasional ini, karena mereka tidak memperhitungkan kewajiban klaim di masa yang akan datang. Sehingga banyak pesan-pesan bayar. Klaimnya tidak bisa dibayarkan oleh perusahaan asuransi.”

Pernyataan ini bak tamparan halus bagi perusahaan yang kerap “lupa” akan tanggung jawab mereka.

 

Ogi menekankan bahwa dengan adanya aktuaris, cadangan-cadangan teknis dapat terjaga, memastikan perusahaan siap siaga menghadapi klaim yang tak terduga.

 

“Maka dananya sudah tersedia,” tegasnya, seolah meyakinkan bahwa di tangan aktuaris, uang nasabah akan aman sentosa.

Apalagi, dengan penerapan PSAK 117, setiap perusahaan asuransi “dan terbentukkan” kewajiban cadangan teknis yang jelas.

 

“Jadi aktuaris-aktuaris yang sangat, sangat…” kata Ogi menggantung, membiarkan hadirin merasakan betapa vitalnya profesi ini.

 

IAS ke-8 di Novotel Bangka ini menjadi saksi bisu berkumpulnya para ahli hitung risiko. Ogi Prastomiyono mengungkapkan, ada 400 peserta yang hadir—300 secara fisik dan 100 secara online. Jumlah aktuaris di Indonesia pun tak main-main: 532 aktuaris dengan level BPSAE atau fellow, dan 315 aktuaris dengan level BPSAE. Total, sekitar 800-an anggota yang siap mendukung industri perasuransian.

 

Summit kedelapan ini, setelah sebelumnya sukses di Semarang, Pangkalpinang, dan lain sebagainya, kembali menekankan pentingnya peran aktuaris. OJK memandang kehadiran mereka sangat penting “untuk memperlebar dari segala tempat,” memastikan industri asuransi Indonesia tetap kokoh di tengah badai ekonomi, dan yang terpenting, klaim nasabah selalu terbayar tanpa drama!. (MJ001)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.