Sentuhan Kalbu di LPKA: Penyuluh Kemenag Pangkalpinang Ajak Remaja Rajut Budi Pekerti

oleh -46 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Momentum bulan suci Ramadan menjadi sarana krusial untuk memperkuat pondasi spiritual dan moral bagi para Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pangkalpinang. Pada Jumat malam (20/02/2026), suasana khidmat menyelimuti masjid di lingkungan LPKA saat Penyuluh Agama Islam fungsional dari Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Awal Susilo, hadir untuk memimpin ibadah sekaligus memberikan pembinaan mental.

 

banner 336x280

Kehadiran Awal Susilo di lembaga tersebut merupakan bagian dari program sinergi antara Kemenag Kota Pangkalpinang dengan instansi pemasyarakatan dalam rangka optimalisasi pembinaan kerohanian bagi remaja yang sedang menjalani masa pembinaan.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Isya berjamaah yang diikuti oleh puluhan Anak Binaan serta jajaran petugas piket LPKA. Bertindak sebagai imam, Awal Susilo memimpin jalannya salat Isya dan dilanjutkan dengan salat Tarawih serta Witir. Kehadiran sosok penyuluh di tengah-tengah mereka memberikan warna tersendiri, menciptakan atmosfer ibadah yang lebih mendalam dan penuh kekeluargaan.

 

Usai pelaksanaan salat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Kuliah Tujuh Menit (Kultum). Dalam tausiyahnya, Awal Susilo mengangkat tema sentral mengenai “Pentingnya Menjunjung Tinggi Budi Pekerti bagi Remaja”. Ia menekankan bahwa kecerdasan intelektual tanpa dibarengi dengan keluhuran akhlak hanya akan membawa kemudaratan bagi diri sendiri dan orang lain.

 

Dalam paparannya, Awal menekankan bahwa penanaman budi pekerti harus dimulai dari pembangunan integritas diri, yakni membiasakan kejujuran sebagai langkah awal dalam memperbaiki perilaku. Ia juga mengingatkan para santri binaan bahwa adab menduduki posisi yang lebih tinggi daripada ilmu, di mana penghormatan kepada orang tua dan sesama merupakan kunci utama untuk mendapatkan keberkahan hidup. Lebih lanjut, ia mengajak para remaja untuk menjadikan masa di LPKA sebagai titik balik transformasi mental, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang santun, bermartabat, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

 

“Remaja adalah fase di mana jati diri dibentuk. Budi pekerti atau akhlakul karimah bukan sekadar tata krama formalitas, melainkan benteng pertahanan terakhir yang menjaga martabat seorang manusia di hadapan Allah dan sesama,” ujar Awal di hadapan para jamaah.

 

Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari pihak LPKA Kelas II Pangkalpinang. Sinergi ini dinilai efektif dalam menyentuh sisi psikologis dan spiritual remaja, mengingat pendekatan persuasif dari penyuluh agama sering kali lebih mudah diterima oleh para Anak Binaan.

 

Awal Susilo berharap, melalui pesan-pesan agama yang disampaikan secara rutin, para remaja di LPKA tidak hanya sekadar menjalankan kewajiban ibadah secara lisan, namun mampu mengimplementasikan nilai-nilai budi pekerti tersebut dalam interaksi sehari-hari di dalam lembaga maupun setelah bebas kelak. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.