PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 21 November 2025 mendatang, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. H.M. Subuh Wibisono, M.B.A., menyampaikan pesan yang mendalam. Dalam ucapan selamatnya, dr. Subuh menempatkan stabilitas, kerukunan, dan kesejahteraan masyarakat sebagai fokus utama harapan di usia perak provinsi ini.
Pernyataan resmi tersebut disampaikan dr. Subuh melalui rekaman video yang dirilis pada Jum’at (31/10). Dengan latar belakang yang elegan dan mengenakan kemeja batik bernuansa gelap dengan ornamen khas yang mencerminkan identitas daerah, beliau memanjatkan doa bagi Bumi Serumpun Sebalai.
dr. Subuh Wibisono, yang memimpin lembaga kunci dalam menjaga harmoni sosial di Babel, menekankan bahwa kondisi daerah yang aman dan damai adalah prasyarat mutlak bagi kemajuan.
“Saya selaku Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengucapkan Dirgahayu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang ke-25 tahun,” ujar dr. Subuh.
“Semoga Babel aman, damai, kondusif, dan masyarakat sejahtera,” tegasnya, menyiratkan adanya korelasi langsung antara kedamaian dengan pencapaian kesejahteraan.
Pernyataan ini bukan sekadar ucapan seremonial, melainkan penegasan atas peran sentral FKUB dalam memastikan bahwa perbedaan yang ada di Bangka Belitung tetap menjadi kekuatan, bukan sumber konflik.
Kerukunan antarumat beragama yang terjaga menjadi pilar vital untuk mendukung iklim investasi, pariwisata, dan pelaksanaan program pembangunan pemerintah daerah tanpa hambatan.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didirikan secara resmi pada 21 November berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000. HUT ke-25 pada tahun 2025 menandai seperempat abad perjalanan provinsi yang kaya sumber daya alam timah, lada, dan potensi pariwisata bahari yang menawan ini.
Momen HUT ke-25 ini diharapkan dr. Subuh dapat menjadi momentum refleksi dan revitalisasi semangat pembangunan bagi seluruh komponen masyarakat. Ia mengajak pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Bangka Belitung untuk terus bekerja sama.
“25 tahun adalah usia matang. Sudah saatnya kita memastikan bahwa hasil pembangunan benar-benar dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan oleh masyarakat di tujuh kabupaten/kota,” tutup dr. Subuh Wibisono. (GV004)












