PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang akan berlaga pada Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat, diharapkan menjadi duta kerukunan dan persaudaraan bangsa, tidak sekadar mengejar prestasi di panggung kompetisi.
Pelepasan kontingen Pesparawi Babel yang berlangsung diruang Pertemuan Otak – Otak ASE, Pangkalpinang, Sabtu (6/6/2026) dihadiri para pemangku kepentingan daerah, pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD), pelatih, pendamping, serta keluarga peserta.
Dikesempatan ini, Pembimbing Masyarakat Kristen Kanwil Kemenag Babel, yang juga Ketua Umum LPPD, Pdt. Freddy Krissanjaya, mewakili Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenag Babel, menyampaikan harapan itu dan mengatakan bahwa kontingen yang diberangkatkan berjumlah 30 orang yang terdiri atas peserta, pelatih, dan official. Mereka akan mengikuti empat kategori lomba, yakni Solo Anak usia 7–10 tahun, Solo Anak usia 11–15 tahun, Solo Remaja Putri, serta Musik Pop Rohani Daerah (MPRD).
Menurut Freddy, keberangkatan kontingen tahun ini merupakan buah dari proses pembinaan yang panjang. Tim bahkan telah terbentuk sejak tahun 2025, namun saat itu belum berkesempatan mengikuti ajang nasional. “Seluruh peserta telah melalui proses seleksi, pembinaan, dan latihan yang panjang. Tahun ini pun keberangkatan mereka sempat menghadapi berbagai kendala, namun akhirnya dapat terwujud berkat dukungan banyak pihak,” ujarnya.
Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membangun persaudaraan dengan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung melalui Sekretaris DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Deddy Apriady, menyampaikan apresiasi kepada Ketua serta pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beserta seluruh pihak yang telah bekerja keras membina dan mempersiapkan kontingen.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakannya, Deddy menegaskan bahwa Pesparawi bukan hanya menjadi ajang perlombaan seni suara gerejawi, melainkan juga wadah untuk memperkuat persatuan dalam keberagaman.”Pesparawi bukan hanya ajang perlombaan seni suara gerejawi, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan, membangun kerukunan, dan menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Menurut dia, melalui pujian dan nyanyian rohani, peserta diajak menumbuhkan nilai-nilai kasih, kedamaian, pengampunan, serta kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap seluruh peserta mampu menampilkan kemampuan terbaik dengan menjunjung tinggi disiplin, sportivitas, dan semangat kebersamaan selama mengikuti Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, “Jadikan kesempatan ini sebagai ajang belajar dan membangun persaudaraan dengan peserta dari berbagai daerah, serta menunjukkan bahwa masyarakat Bangka Belitung memiliki karakter yang kuat dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa para peserta tidak hanya membawa nama pribadi maupun organisasi, tetapi juga membawa nama baik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di tingkat nasional. Karena itu, seluruh anggota kontingen diminta menjaga kekompakan, menunjukkan sikap yang baik, serta membangun citra positif daerah selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, dan ini momentum bagi Bangka Belitung untuk menunjukkan hasil pembinaan seni budaya gerejawi sekaligus memperkuat pesan kerukunan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Negeri Serumpun Sebalai.
Sumber ; Humas Kanwil Kemenag Babel










