PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Pengawas Madya Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang, Dr. Kartika Sari, M.Pd.I., tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Penguatan Kerukunan dan Toleransi Beragama yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan strategis ini berlangsung di Gedung Auditorium H. Mas’ud Hasan Qolay, Rabu (29/10).
Dr. Kartika Sari, yang dikenal sebagai Penggerak Moderasi Beragama sekaligus Ketua Pokjawas Lintas Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, membawakan materi utama bertajuk “Kolaborasi Kemenag, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas dalam Merawat Harmoni Negeri”.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah aparat keamanan yang menjadi garda terdepan di tengah masyarakat, meliputi tentara, Babinsa (Bintara Pembina Desa), dan Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat).
Dalam paparannya, Dr. Kartika Sari menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman Babinsa dan Bhabinkamtibmas tentang moderasi beragama dan toleransi. Selain itu, aparat juga dibekali keterampilan deteksi dini potensi konflik keagamaan serta diperkuat koordinasi TNI–Polri dalam menjaga ketertiban.
“Kerukunan tidak lahir dari kesamaan, tapi dari kemampuan menghargai perbedaan,” ujar Dr. Kartika Sari, mengutip kalimat inspiratif yang ia sampaikan.
Beliau menegaskan peran vital Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam kerukunan umat beragama, di antaranya sebagai:
– Garda terdepan dalam deteksi dini potensi konflik di wilayah binaan.
– Penengah (mediator) yang bertindak adil dan netral jika terjadi gesekan antarwarga.
– Teladan toleransi di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut Dr. Kartika mengajak para peserta untuk membuat pesan moderasi beragama dari beberapa gambar yang ia tampilkan yang sebelumnya telah dibagi beberapa kelompok. Ia mengajak para peserta untuk aktif bukan hanya mendengarkan materi yang disampaikannya.
Diselingi Ice Breaking peserta mengikuti dengan antusias, semangat, dan bahagia karena materi tidak disampaikan secara monoton mereka terlibat aktif dalam diskusi. Salah satu peserta menyematkan pesan untuk melakukan kegiatan seperti ini lagi di tahun depan.
Pemaparan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama bahwa menjaga kerukunan adalah tugas kolektif yang harus dilakukan setiap hari, bukan hanya warisan yang diterima. Kolaborasi antara Kemenag (melalui edukasi dan penyadaran) dan TNI/Polri (melalui keamanan dan deteksi dini) menjadi kunci utama dalam menciptakan Sinergi Tiga Pilar Kerukunan di Bangka Belitung. (M3L)












