Perkuat Karakter Melalui Kasih Sayang, Kemenag Pangkalpinang Susun Kurikulum Berbasis Cinta

oleh -61 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang menggelar Rapat Koordinasi Penyusunan Kurikulum Berbasis Cinta untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang pada Kamis (07/05) ini bertujuan untuk menyeragamkan perangkat pembelajaran sekaligus memperkuat fondasi karakter siswa.

 

banner 336x280

Acara ini dihadiri oleh para Kepala Madrasah dan Wakil Kepala (Waka) Kurikulum dari jenjang RA, MI, MTs, hingga MA se-Kota Pangkalpinang. Turut hadir jajaran Kasi, Penyelenggara, serta pengawas di lingkungan Kemenag Kota Pangkalpinang.

 

Dalam sambutannya, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, Eyde Tusewijaya, menekankan bahwa madrasah bukan sekadar lembaga pendidikan formal, melainkan bagian integral dari Kemenag yang melayani pendidikan keagamaan.

 

“Kegiatan ini adalah salah satu ujung tombak bagi madrasah untuk mencetak siswa-siswi yang unggul, tidak hanya secara akademik tetapi juga kuat dalam karakter agama. Kita memerlukan sistem yang sistematis dan adanya keseragaman dalam persiapan perangkat pembelajaran,” ujar Eyde.

 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, H. Firmantasi, dalam arahannya mengaitkan momentum ini dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei lalu. Ia mendorong implementasi Asta Protas Kemenag yang menitikberatkan pada hasil kerja yang cepat, terbaik, dan berbasis digitalisasi.

 

Firmantasi menegaskan bahwa penggunaan teknologi adalah kebutuhan mutlak bagi guru saat ini. Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi tidak bisa menggantikan peran emosional seorang pendidik.

 

“Media sosial itu tidak punya hati, berbeda dengan kita sebagai guru. Inilah esensi dari Kurikulum Berbasis Cinta; guru mengajar dengan kasih sayang. Teknologi digunakan untuk mengakses materi, namun praktik dan penguraian nilai tetap membutuhkan sentuhan manusia,” tegas H. Firmantasi.

 

Menyikapi berbagai isu negatif di dunia pendidikan, termasuk kasus asusila yang kerap viral di media sosial, H. Firmantasi memberikan peringatan keras. Ia meminta para guru untuk menjadi teladan dan inspirasi bagi siswa, serta bijak dalam menggunakan media sosial.

 

“Dunia pendidikan, terutama pesantren, sedang mendapat sorotan luar biasa. Saya tegaskan, jika ada oknum guru yang melakukan tindakan menyimpang, akan segera ditindaklanjuti secara tegas. Guru harus menjadi role model,” tambahnya.

 

Terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), pihak Kemenag juga menginstruksikan agar seluruh madrasah di Kota Pangkalpinang menjalankan proses seleksi sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan untuk menjaga transparansi dan kualitas pendidikan. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.