Perempuan Tangguh, Dharma Tumbuh: Kemenag Pangkalpinang Dorong Pemberdayaan Wanita Buddhis

oleh -485 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Di tengah dinamika zaman yang terus bergerak cepat, peran wanita Buddhis tidak lagi sebatas mengurus ranah domestik, tetapi juga menjadi pilar utama dalam menjaga kelestarian ajaran serta menggerakkan roda ekonomi keluarga.

 

banner 336x280

Memperkuat peran strategis tersebut, Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang menggelar Kegiatan Pembinaan Pemberdayaan Wanita Buddhis Kota Pangkalpinang di Vihara Sukhavati, Kamis (13/08).

 

Mengusung tema “Perempuan Tangguh, Dharma Tetap Tumbuh”, kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta wanita Buddhis yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara sejak pagi hari.

 

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, H. Firmantasi. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya keberadaan sosok perempuan yang memiliki ketahanan mental, spiritual, dan ekonomi di tengah tantangan masa kini.

 

“Perempuan bukan hanya penjaga ketahanan keluarga, tetapi juga benteng spiritual. Ketika seorang perempuan tangguh, nilai-nilai Dharma akan terus tumbuh dan mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Firmantasi.

 

Senada dengan hal tersebut, Penyelenggara Buddha Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, Misno, menyampaikan komitmennya dalam memfasilitasi pembinaan terbaik bagi para peserta melalui jajaran narasumber ahli yang dihadirkan.

 

“Dari pihak Penyelenggara Buddha, kami berikhtiar menghadirkan narasumber yang benar-benar mumpuni di bidangnya. Selanjutnya, giliran Wanita Buddhis yang harus melangkah penuh karya. Harapan besar kami dari Kementerian Agama, khususnya Bimas Buddha, Wanita Buddhis bisa mandiri dan tangguh secara ekonomi, bahkan syukur-syukur mampu merangkul dan memberdayakan lingkungan sekitar agar perkembangan ekonomi masyarakat dapat melaju dengan baik,” tutur Misno.

 

Guna memberikan wawasan yang menyeluruh dari sudut pandang keagamaan, kebudayaan, hingga pemberdayaan ekonomi, panitia menghadirkan tiga narasumber kompeten. Sesi pertama diisi oleh Ibu Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ny. Darwati Sakiyo, yang memaparkan pentingnya penguatan karakter wanita Buddhis berbasis nilai-nilai Dharma agar mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

 

Tak hanya dari sisi spiritual, peserta juga disuguhi materi penguatan nilai budaya dan edukasi oleh perwakilan dari Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kota Pangkalpinang. Melalui sesi ini, para peserta dibekali wawasan praktis mengenai kewirausahaan, peluang UMKM, serta strategi pengembangan ekonomi kreatif berbasis keluarga.

 

Rangkaian pembekalan ini ditutup dengan materi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang (Bunda Tudung Saji). Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya menjaga kearifan lokal, pendidikan karakter, serta peran sentral seorang ibu dalam melestarikan nilai-nilai budaya luhur kepada generasi muda.

 

Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mendorong wanita Buddhis di Pangkalpinang untuk tidak hanya tangguh secara spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan aktif berkontribusi bagi masyarakat luas. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.