PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang terus bergerak cepat merespons pembaruan kurikulum pendidikan agama. Melalui ruang virtual Zoom Meeting pada Jumat (28/08/2026), Pengawas PAI SMP Kemenag Kota Pangkalpinang, Kartika Sari, menggelar kegiatan Pembinaan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Negeri dan Swasta se-Kota Pangkalpinang.
Kegiatan ini difokuskan pada Analisis Kurikulum dan Pemetaan Kompetensi (Peta CP-TP-ATP) Tahun 2026 guna menyelaraskan persepsi seluruh pendidik PAI Jenjang SMP (Fase D) terhadap regulasi dan muatan capaian pembelajaran terbaru.
Dalam pemaparannya, Kartika Sari menggarisbawahi sejumlah poin krusial terkait perubahan Capaian Pembelajaran (CP) PAI tahun 2026. Salah satu sorotan utama adalah penguatan pada Fokus Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ).
“Berdasarkan hasil asesmen, porsi pembelajaran PAI kini diarahkan secara signifikan. Sekitar 80% porsi pembelajaran difokuskan pada pengamalan nilai-nilai Islam dan pembacaan Al-Qur’an yang sesuai dengan kaidah tajwid. Sementara 20% hingga 30% sisanya dialokasikan untuk pemahaman,” ujar Kartika di hadapan seluruh peserta.
Selain itu, perumusan kompetensi dalam CP 2026 kini dirancang lebih konkret. Kata Kerja Operasional (KKO) mengalami pergeseran—tidak lagi sekadar menggunakan istilah umum seperti “memahami”, melainkan ditransformasikan menjadi tindakan konkret yang terukur dan dapat diamati secara langsung. Pendidik diharapkan melatih siswa hingga tahap membaca, menulis, menghafal, membedakan, menjelaskan, meyakini, menerapkan, hingga merefleksikan nilai-nilai keagamaan.
Antusiasme peserta terlihat dari hadirnya seluruh Guru PAI SMP Negeri dan Swasta se-Kota Pangkalpinang secara daring. Melalui pembinaan ini, para guru diarahkan agar mampu menyusun perangkat administrasi pembelajaran yang terstruktur, akuntabel, dan sesuai standar CP-TP-ATP yang baru.
Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, Kemenag Pangkalpinang juga telah menyediakan perangkat ajar yang lengkap yang dapat diakses dan disesuaikan oleh para guru di sekolah masing-masing.
Pertemuan daring ini menjadi pijakan awal dari rangkaian pembinaan kurikulum tahun 2026. Sebagai langkah konkret, kegiatan ini akan ditindaklanjuti secara berkesinambungan melalui pertemuan secara luring (tatap muka) dalam waktu dekat, guna membedah secara teknis penyusunan modul ajar serta penyelarasan administrasi di lapangan.
Melalui langkah proaktif ini, Kemenag Kota Pangkalpinang optimistis mutu pembelajaran PAI di jenjang SMP akan semakin solid, adaptif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik yang Qur’ani. (Imelda)









