PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Upaya penguatan ekosistem pendidikan madrasah yang humanis dan berkarakter terus digalakkan. Pondok Pesantren Hidayatussalikin menyelenggarakan Sosialisasi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi seluruh guru madrasah, mulai dari tingkat MI, MTs, hingga MA pada Selasa (25/11).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Ponpes Hidayatussalikin ini menghadirkan narasumber utama, Dra. Suarni, M.Pd.I., Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, didampingi pembina Rohani, M.Pd.
Dalam paparannya, Dra. Suarni, M.Pd.I., menjelaskan secara mendalam konsep dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Beliau menekankan bahwa KBC adalah pendekatan pembelajaran yang bertujuan menciptakan proses belajar yang lebih bermakna dan berpihak pada peserta didik.
Secara spesifik, Suarni memperkenalkan konsep Panca Cinta sebagai inti dalam ruang lingkup pendidikan madrasah. Konsep ini memprioritaskan nilai akhlak mulia, empati, dan penghargaan terhadap potensi unik setiap murid.
“Guru bukan hanya pengajar, tetapi penuntun jiwa. Pendidikan yang sejati lahir dari ketulusan, kasih sayang, dan niat menghadirkan cahaya ilmu kepada generasi penerus,” tegas Suarni, menyoroti pentingnya membangun koneksi hati yang kuat antara guru dan murid.
Sosialisasi ini disambut antusias oleh para peserta. Para guru aktif terlibat dalam diskusi mengenai strategi praktis penerapan KBC dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
Diskusi mencakup berbagai aspek, mulai dari perencanaan pembelajaran, pengelolaan kelas yang suportif, pengembangan asesmen autentik, hingga pemilihan model pembelajaran yang efektif dalam mendukung pengembangan karakter dan kecerdasan emosional peserta didik.
Pihak penyelenggara Ponpes Hidayatussalikin berharap kegiatan ini menjadi tonggak awal dalam memperkuat sistem pendidikan yang harmonis dan berorientasi pada pembentukan karakter utuh, melampaui sekadar capaian akademik.
Dengan terlaksananya sosialisasi KBC, Ponpes Hidayatussalikin mempertegas komitmennya untuk terus mengembangkan mutu pendidikan yang relevan, selaras dengan nilai-nilai Islam, budaya lokal, dan menjawab tantangan kompleks di era modern. (M3L)












