PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Suasana kerukunan antarumat beragama di Kota Pangkalpinang kini diwarnai dengan ruang diskusi hangat terkait proses penyegaran kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Harapan agar tokoh-tokoh lama tetap dilibatkan mendorong digelarnya agenda silaturahmi dan audiensi antara jajaran pengurus FKUB bersama Pemerintah Kota Pangkalpinang di Gedung Tudung Saji Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (03/09).
Pertemuan tersebut menjadi sarana komunikasi terbuka untuk menyelaraskan pandangan mengenai mekanisme rekomendasi kepengurusan baru yang disampaikan oleh organisasi induk keagamaan.
Sekretaris FKUB Kota Pangkalpinang, H. Delip Atmaja, menyampaikan bahwa harapan para pengurus adalah agar proses penyegaran tetap mempertimbangkan rekam jejak dan dinamika historis organisasi.
“Hubungan antar-pengurus FKUB saat ini sudah terjalin sangat baik. Sejak awal pembentukan pada 2006, organisasi induk keagamaan memang menjadi rujukan utama dalam memberikan rekomendasi kepengurusan. Harapan kami, usulan penyegaran ini dapat lebih selaras dengan kondisi objektif di lapangan,” tutur Delip.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang sekaligus Ketua Dewan Penasihat FKUB, Dessy Ayutrisna, mengapresiasi masukan tersebut dan menekankan pentingnya komunikasi dua arah.
“Kami menyimak aspirasi dari para pengurus senior. Sebagai Ketua Dewan Penasihat, saya akan berkoordinasi dengan Badan Kesbangpol dan Wali Kota. Pihak organisasi induk keagamaan tentu juga akan diajak berdiskusi agar tercipta kesepahaman. Yang terpenting, kita bersama-sama mengutamakan figur-figur yang inklusif dan mampu mengayomi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Dessy.
Sementara itu, perwakilan pengurus FKUB, Endro Lukito, menggarisbawahi bahwa keberadaan figur-figur berpengalaman sangat dibutuhkan untuk menjaga keharmonisan yang telah terbangun secara berkelanjutan.
“Langkah ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama agar penyegaran organisasi berjalan beriringan dengan keaktifan para anggotanya. Meski perwakilan berasal dari tiap majelis agama, kami berharap ada kontinuitas lewat kehadiran tokoh-tokoh sentral. Mengenai arahan final, tentu kami mengindahkan arahan dari Pemkot Pangkalpinang,” jelas Endro.
Menanggapi masukan tersebut, Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menyambut baik aspirasi yang disampaikan dan berkomitmen menindaklanjutinya secara cermat.
“Pemerintah kota akan mencermati hal ini secara internal terlebih dahulu, selaras dengan kelengkapan administratif organisasi. Setiap tahapan pergantian pengurus hendaknya mengacu pada tata kelola dan AD/ART yang ada. Apabila ada hal yang belum terakomodasi secara spesifik, maka regulasi dan kebijakan daerah akan menjadi payung ketentuannya,” ungkap Prof. Saparudin.
Proses musyawarah ini menjadi wujud perhatian bersama demi menjaga soliditas FKUB sebagai pilar toleransi di Kota Pangkalpinang. Pemkot Pangkalpinang optimistis bahwa melalui dialog yang sejuk, kebersamaan dan keterwakilan tokoh-tokoh pengayom umat dapat terus terjaga dengan baik. (Imelda)










