PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang kembali menggelar apel pagi rutin mingguan di halaman kantor setempat pada Senin (14/09). Momen ini dimanfaatkan untuk memperkuat soliditas internal sekaligus mengevaluasi kualitas pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Bertindak sebagai pembina apel, Penghulu KUA Rangkui, Makmur Hidayat, mengawali amanatnya dengan menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kepala KUA yang baru dilantik. Ia berharap kehadiran kepemimpinan baru dapat membawa energi segar dalam meningkatkan standar mutu layanan di lingkungan Kemenag Kota Pangkalpinang.
“Selamat datang kami ucapkan kepada Kepala KUA yang baru. Semoga bisa membawa semangat baru serta pelayanan yang bermutu dan berkualitas. Kita sebagai pelayan masyarakat berikanlah pelayanan yang cepat, responsif, dan ramah kepada masyarakat,” ujar Makmur di hadapan peserta apel.
Dalam pengarahannya, Makmur memberikan perhatian khusus pada capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang saat ini berada di angka rata-rata 75. Menurutnya, angka tersebut menjadi bahan evaluasi kritis bagi seluruh jajaran pegawai. Kerap kali terdapat perbedaan antara persepsi internal lembaga yang merasa sudah memberikan yang terbaik dengan penilaian subjektif publik di lapangan.
Ia menceritakan pengalamannya saat berinteraksi langsung dengan warga. Meskipun masyarakat kerap tidak menyampaikan keluhan secara eksplisit, apresiasi publik tetap menjadi hal yang dinamis.
“Pelayanan yang bagus saja belum tentu mendapat apresiasi penuh dari masyarakat, apalagi jika pelayanannya tidak bagus. Hal ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak cepat berpuas diri,” tegasnya.
Menghadapi era transformasi digital, Makmur juga menggarisbawahi pentingnya penerapan etika komunikasi serta keterbukaan informasi publik. Penyebaran informasi mengenai layanan masyarakat kini tidak lagi sekadar imbauan, melainkan suatu kewajiban transparansi yang harus diakses dengan mudah, baik melalui papan pengumuman fisik maupun media sosial resmi.
Di akhir amanatnya, Makmur menegaskan pentingnya penyegaran kepemimpinan untuk mendorong inovasi dan mutu layanan yang lebih responsif. Capaian IKM yang masih berada di angka rata-rata 75 perlu terus dipacu melalui optimalisasi keterbukaan informasi publik di media sosial maupun papan pengumuman. Ia juga berpesan agar seluruh jajaran senantiasa menjaga integritas kolektif, sebab kinerja satu individu akan mencerminkan citra dan marwah instansi secara keseluruhan di mata masyarakat. (Imelda)











