PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA — Menutup rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pangkalpinang menyerahkan bantuan santunan secara langsung kepada 64 orang kaum dhuafa. Aksi kepedulian sosial ini digelar usai pelaksanaan Istighosah Qubro dan Tausiyah Kebangsaan di Pondok Pesantren Assalafiyah Nurul Hidayah, Girimaya, Pangkalpinang, Sabtu (24/10/2026).
Penyerahan santunan tersebut menjadi bukti nyata bahwa peringatan Hari Santri tidak sekadar diisi dengan kegiatan seremonial dan doa bersama, melainkan diwujudkan melalui aksi sosial berdampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin, Sekretaris Tanfidziah PWNU Babel H. Darwis Netta, Rois Syuriah PCNU Pangkalpinang K.H. Tumiran Ganefo, Ketua Tanfidziah K.H. Firmantasi, Sekretaris Tanfidziah A. Sukri Ahkap, serta ratusan warga Nahdliyyin Kota Pangkalpinang.
Sekretaris Tanfidziah PWNU Babel, H. Darwis Netta, menekankan bahwa nilai utama dari peringatan Hari Santri hari ini adalah keberanian untuk hadir dan membantu masyarakat keluar dari himpitan persoalan ekonomi.
“Semangat kita hari ini bukan lagi melawan penjajah fisik, tetapi berjuang keluar dari himpitan persoalan di sekitar kita, terutama masalah ekonomi. Aksi kepedulian dan aksi nyata seperti santunan ini adalah bukti bahwa PCNU hadir menyemangati warga dan membantu sesama,” ujar Darwis Netta.
Ketua Tanfidziah PCNU Kota Pangkalpinang, K.H. Firmantasi, menyampaikan bahwa fungsi pesantren dan lembaga keagamaan di bawah naungan NU tidak hanya terbatas pada pendidikan dan dakwah, tetapi juga pemberdayaan serta kepedulian sosial masyarakat. Hal ini sejalan dengan mandat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren serta tema HSN 2026, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
“Melalui santunan kepada 64 kaum dhuafa ini, kita ingin menegaskan kembali fungsi pemberdayaan masyarakat yang melekat pada pesantren dan Nahdlatul Ulama. Kita ingin kegembiraan Hari Santri juga dirasakan langsung oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan,” kata K.H. Firmantasi.
Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin. Ia menilai kepedulian sosial yang konsisten ditunjukkan oleh PCNU Pangkalpinang menjadi teladan penting dalam menjaga solidaritas dan kesejahteraan warga kota. Menurutnya, ulama dan santri senantiasa berada di barisan terdepan dalam merawat nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan.
Rangkaian acara yang diawali dengan pembacaan mahalul qiyam dan Istighosah Qubro pimpinan Ustadz Andi Usman serta Tausiyah Kebangsaan oleh Ustadz Ichsan Habibi tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis dan doa bersama untuk kebaikan serta keberkahan Kota Pangkalpinang. (Gema)









