Optimalkan Standar Kelulusan, Pengawas PAI Pangkalpinang Ikuti Rakor Persiapan PSAJ 2025/2026

oleh -57 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Dalam upaya menjamin mutu dan standarisasi evaluasi hasil belajar pada akhir jenjang pendidikan, jajaran Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) Tahun Ajaran 2025/2026.

 

banner 336x280

Kegiatan strategis ini dipusatkan di Aula H. Mas’ud Hasan Qolay, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang dimulai pada Rabu (11/02). Perwakilan dari Kota Pangkalpinang dihadiri langsung oleh delegasi pengawas, yakni Kartika Sari, Kustinawati, Maryani, dan Roswita.

 

Rakor yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari (Rabu-Kamis, 11-12 Februari 2026) ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pril Marori. Namun, inti dari teknis pelaksanaan dan urgensi kesiapan di lapangan ditekankan secara mendalam oleh para pengawas yang menjadi motor penggerak kegiatan.

 

Kartika Sari selaku Ketua Pokjawas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memberikan penegasan mengenai esensi dari evaluasi akhir ini. Menurutnya, kesiapan mental dan administratif adalah kunci utama kesuksesan PSAJ.

 

“PSAJ bukan sekadar rutinitas administratif atau formalitas tahunan, melainkan barometer hakiki dari keberhasilan proses pembelajaran PAI selama satu jenjang pendidikan penuh. Oleh karena itu, seluruh komponen—mulai dari kesiapan perangkat soal, sistem pengawasan yang ketat, hingga objektivitas teknis penilaian—harus dipersiapkan dengan matang dan presisi,” tegas Kartika di sela-sela kegiatan.

 

Selain fokus pada teknis PSAJ, pertemuan ini dirancang sebagai wadah integrasi kebijakan melalui beberapa agenda krusial yang akan menjadi peta jalan (roadmap) bagi para pendidik selama satu tahun ke depan:

 

– Penyusunan Program Kerja Pengawas: Melakukan sinkronisasi langkah pengawasan guna memastikan guru PAI di Kota Pangkalpinang tetap selaras dengan kurikulum nasional yang berlaku.

– Penguatan Himpunan Pengawas PAI (HPAI): Mengoptimalisasi peran strategis pengawas dalam melakukan supervisi akademik dan manajerial yang lebih berdampak.

– Sinergi KKG dan MGMP: Memperkuat kolaborasi Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sebagai ujung tombak pengembangan kompetensi pendidik di lapangan sepanjang tahun 2026.

 

Dalam sesi diskusi mendalam, Kartika Sari bersama Kustinawati, Maryani, dan Roswita juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaksanaan PSAJ. Langkah ini diambil untuk meminimalisir kendala logistik dan meningkatkan efisiensi pengolahan nilai secara real-time.

 

Para pengawas berkomitmen untuk memberikan pendampingan intensif bagi guru-guru di wilayah binaan agar lebih adaptif terhadap sistem penilaian berbasis digital. Hal ini diharapkan mampu menciptakan iklim ujian yang lebih transparan, akuntabel, dan berintegritas.

 

Rapat koordinasi ini diharapkan menghasilkan rumusan kebijakan yang konkret bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan agama di Negeri Serumpun Sebalai. Tujuannya jelas: agar lulusan tahun ajaran 2025/2026 memiliki standar kompetensi yang kompetitif, baik secara kognitif maupun pengamalan spiritual. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.