Pangkalpinang, Berita-Fakta — Tiga oknum TNI dari Korem 045/Gaya & Kodim Senior Mika keroyok sekuriti Grand Milenium Club (GMC) di Jalan Koba, Pangkalpinang, hingga luka benjol & berdarah di wajah.
Insiden dipicu adanya dugaan transaksi ekstasi (inex) palsu berujung ribut, justru saat Panglima TNI & Menhan tinjau latihan gabungan di Bangka, Rabu (19/11/2025). Aksi ini coreng citra militer yang dekat rakyat.
Kronologi: Dari Transaksi Inex Palsu ke Keroyokan Sekuriti Berbaju Biasa
Kejadian Selasa malam (18/11/2025) pukul 23.00 WIB. Sumber internal ungkap: warga sipil (Danu) jual inex palsu ke oknum TNI, picu emosi. Ribut meledak, sekuriti Gama (G) datang melerai, malah kena gebuk karena dikira tamu. “Sekuriti pakai baju biasa, mirip pengunjung. Musik DJ kencang, lampu putih nyala tapi tak dihentikan. Gama coba jelasin, tak kedengeran,” ujar sumber anonim.
Gama menceritakan kronologi dalam inseden yang dialaminya. “Awalnya, bunda-mami LC manggil saya melerai orang berantem di dalam. Saya tugas jaga keamanan, tapi baju biasa. Lihat warga sipil (Danu) berdarah karena inex palsu. Saya bilang ke Wildan & Mika: ‘Jangan ribut di sini.’ Mereka kira saya pengunjung, langsung gebuk. Untung lari, kalau enggak habis saya dihajar.” jelasnya.
Gama mengalami luka yakni sakit kepala, benjol, darah di kening kanan, atas telinga kanan, & samping mata kanan. Danu (penjual inex) juga babak belur oleh oknum TNI & geng sipil.
Riza & Afiz, teman Gama yang menyaksikan inseden tersebit tidak berkutik untuk meleraikan temennya. “Kami coba nolong Gama, malah kena bogem mentah dari oknum Korem. Manager Teddy cuek, pura-pura tak tahu — padahal dia di samping, asyik DJ dengan musik kencang. Lampu sudah nyala, tapi tak dihentikan.”ujarnya.
Gama laporkan detail ke Denpom II/5 Bangka, Jalan Mentok. Saat ini, korban temani orang tua buat laporan spesifik. Manager GMC belum tanggapi soal dugaan transaksi obat terlarang kerap di lokasi. Ironis, kejadian pas Panglima TNI Agus Subiyanto & Menhan Sjafrie Sjamsoeddin tinjau latihan integrasi TNI 2025 di perairan Belinyu, Bangka. Aksi oknum ini anggap memalukan, rusak citra TNI dekat rakyat.












