Membentuk Karakter “Atta Hi Attano Natho”: Kemenag Pangkalpinang Perkuat Fondasi Moral 85 Pelajar Buddhis

oleh -862 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Di tengah gempuran arus modernisasi yang menantang moralitas generasi muda, Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang mengambil langkah preventif melalui penguatan spiritual. Sebanyak 85 siswa-siswi Buddhis SMK Negeri 1 Pangkalan Baru mengikuti pembinaan intensif di Vihara Sukhavati Pangkalpinang, Kamis (5/3/2026).

 

banner 336x280

Kegiatan bertema “Membangun Generasi Buddhis yang Bijaksana” ini didampingi langsung oleh guru pembimbing, Bapak Sarjono, S.Ag. Program ini dirancang untuk menyelaraskan kecerdasan intelektual siswa dengan kedalaman etika berdasarkan ajaran Buddha Dharma.

 

Penyelenggara Buddha Kemenag Kota Pangkalpinang, Misno dalam arahannya menekankan bahwa tantangan masa depan tidak cukup dihadapi dengan kompetensi teknis semata. Generasi muda dituntut memiliki karakter yang kokoh melalui praktik Sīla (Moralitas), ketenangan batin melalui Samādhi (Konsentrasi), dan kejernihan berpikir melalui Paññā (Kebijaksanaan).

 

“Generasi muda adalah pemegang estafet Dharma. Tanpa landasan moral yang kuat, kecerdasan bisa menjadi liar. Namun dengan Paññā, mereka akan memiliki cahaya bimbingan menuju kebahagiaan sejati,” ujar Penyelenggara Buddha di hadapan para siswa yang menyimak dengan antusias.

 

Suasana di Vihara Sukhavati berlangsung khidmat saat sesi refleksi nilai-nilai Dhammapada. Mengutip Yamaka Vagga, Penyelenggara Buddha mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan pikiran dalam setiap tindakan.

 

“Pikiran adalah pelopor dari segala keadaan. Jika seseorang berbicara atau bertindak dengan pikiran yang bersih, maka kebahagiaan akan mengikutinya seperti bayangan yang tidak pernah meninggalkan.”

 

Pesan ini menjadi pengingat bagi para pelajar agar senantiasa waspada terhadap pengaruh negatif lingkungan dan tetap konsisten mempraktikkan Mettā (Cinta Kasih) serta Karunā (Welas Asih) dalam pergaulan sehari-hari di sekolah maupun masyarakat.

 

Salah satu poin krusial dalam pembinaan ini adalah penekanan pada prinsip “Attā hi attano nātho” atau “Diri sendirilah pelindung bagi diri sendiri.” Pesan ini mengajak para siswa untuk tidak bergantung pada faktor eksternal dalam membentuk nasib, melainkan melalui disiplin diri dan kebajikan yang konsisten.

 

“Setiap siswa harus menjadi pelindung bagi dirinya sendiri melalui pengendalian diri. Jika kalian disiplin dalam Dharma, maka kalian telah membangun benteng yang tidak tergoyahkan,” tambahnya.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis Kemenag Kota Pangkalpinang untuk memastikan pembinaan umat Buddha, khususnya di level pelajar, berjalan berkesinambungan. Selain memperkuat identitas keagamaan, pembinaan ini juga bertujuan membentuk warga negara yang berintegritas dan mampu berkontribusi positif bagi bangsa.

 

Melalui dialog interaktif dan praktik refleksi, diharapkan 85 siswa SMK Negeri 1 Pangkalan Baru ini kembali ke lingkungan pendidikan sebagai pribadi yang lebih bijaksana, memiliki kendali diri yang baik, dan menjadi teladan bagi sesama dalam mempraktikkan nilai-nilai kemanusiaan yang harmonis. (Gema)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.