PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Dwiyana Ocviyanti, M.Pd.I., Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, mengisi ceramah dalam kegiatan rohis di SD Negeri 16 Pangkalpinang, Kamis (24/07/2025). Dalam ceramahnya, Dwiyana menyampaikan materi mengenai Pelajar Pancasila, mengaitkannya dengan nilai-nilai luhur dalam ajaran Islam.
Dwiyana menjelaskan bahwa Pelajar Pancasila adalah generasi muda Indonesia yang memegang teguh enam nilai utama: iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, budi pekerti yang luhur, mandiri dan kreatif, bergotong-royong, berkebhinekaan global, serta bernalar kritis. Ia menegaskan bahwa seluruh nilai ini sejatinya sejalan dan selaras dengan ajaran Islam.
Dalam paparannya, Dwiyana mengutip beberapa dalil Al-Qur’an untuk memperkuat keterkaitan nilai-nilai Pancasila dengan Islam:
Keimanan dan Ketakwaan: Mengutip QS. Al-Hasyr: 18, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” Ayat ini menekankan pentingnya mempersiapkan diri untuk masa depan dengan bekal keimanan dan ketakwaan. Akhlak Mulia dan Budi Pekerti: Dwiyana merujuk pada QS. Al-Qalam: 4, “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung,” sebagai landasan ajaran Islam tentang pentingnya akhlak mulia.
Mandiri dan Bertanggung Jawab: Nilai kemandirian dan tanggung jawab dihubungkan dengan QS. An-Najm: 39, “Dan manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
Gotong Royong dan Toleransi: Semangat gotong royong dan toleransi dalam Pancasila sejalan dengan anjuran dalam QS. Al-Ma’idah: 2, “Tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa.”
Bernalar Kritis dan Berpikir Luas: Untuk mendorong kemampuan bernalar kritis, Dwiyana mengutip QS. Ali Imran: 190, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi terdapat tanda-tanda bagi orang yang berpikir.”
Selain itu, Dwiyana juga mengutip beberapa Mahfudhat (Kata Mutiara Arab) yang relevan dengan karakteristik Pelajar Pancasila:
“Ilmu adalah cahaya, dan kebodohan adalah kegelapan,” mendorong semangat mencari ilmu.
“Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil, siapa yang menanam akan menuai,” mengajarkan nilai rajin, mandiri, dan pantang menyerah.
“Kerja sama adalah dasar kesuksesan,” selaras dengan nilai gotong royong.
“Cinta tanah air adalah bagian dari iman,” menumbuhkan rasa cinta terhadap Indonesia.
Di akhir ceramahnya, Dwiyana mengajak para siswa untuk mengamalkan semangat Pelajar Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak yang saya cintai, mari kita wujudkan semangat pelajar Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga berakhlak mulia, toleran, cinta tanah air, dan bertakwa kepada Allah SWT,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai Pancasila dan keislaman sejak dini pada generasi penerus bangsa. (M3L)












