Kilau Cahaya Negeri dari Pangkalpinang: Ribuan Santri BKPRMI Resmi Diwisuda

oleh -80 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Senyum bangga terpancar dari wajah ribuan santri saat mereka melangkah menuju panggung kehormatan di Ballroom Bangka City Hotel, Sabtu (09/05/2026). Hari itu menjadi saksi sejarah bagi DPD BKPRMI Kota Pangkalpinang yang sukses mewisuda 2.189 santri dalam perhelatan Wisuda TPA Angkatan XXVI dan Wisuda Tahfidz Juz 30 Angkatan II.

 

banner 336x280

Di bawah tajuk besar “Santri BKPRMI, Generasi Qur’ani Akan Menjadi Cahaya Negeri”, acara ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah. Tampak hadir Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, H. Agustu Afendi yang mewakili Walikota Pangkalpinang, didampingi Kepala Kantor Kemenag Pangkalpinang, H. Firmantasi, Kabag Kesra Haris Munandar, Ketua DPW BKPRMI Babel Endri Susyono, serta Ketua DPD BKPRMI Kota Pangkalpinang, Romadoni.

 

Ketua Panitia, M. Fitra Ramadhani, dalam laporannya merinci bahwa kebahagiaan ini terbagi atas 2.117 santri reguler dan 72 santri tahfidz juz 30. Saking besarnya animo dan jumlah peserta, panitia membagi prosesi wisuda menjadi dua hari hingga Minggu (10/05).

 

“Ini bukan sekadar seremoni tutup buku. Ini adalah gerbang awal bagi para santri untuk menjadi teladan yang menjaga hafalan dan memperkuat iman di tengah masyarakat,” tutur Fitra dengan nada optimis.

 

Ketua DPD BKPRMI Kota Pangkalpinang, Romadoni, menekankan bahwa wisuda ini adalah bagian dari “mesin pencetak” generasi mulia. Tak hanya sekadar mengajar mengaji, BKPRMI kini telah berevolusi dengan 9 lembaga internal yang fokus pada kemandirian pemuda masjid.

 

“Kami terus bergerak melalui program seperti Maghrib Taman Surga dan pengembangan unit usaha mandiri. Kami ingin kader BKPRMI tidak hanya berakhlak, tapi juga berdaya saing secara ekonomi dengan tetap mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota,” ujar Romadoni.

 

Kontribusi BKPRMI pun diakui secara luas. Ketua DPW BKPRMI Babel, Endri Susyono, mengungkapkan bahwa lewat tangan dingin 6.000 ustadz dan ustadzah, sedikitnya 1.200 anak di Bangka Belitung berhasil dibebaskan dari buta aksara Al-Qur’an setiap tahunnya. Namun, ia mengingatkan bahwa kemampuan membaca saja tidak cukup; santri harus mampu mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sosial.

 

Senada, H. Agustu Afendi menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pangkalpinang menempatkan pembinaan karakter Qur’ani sebagai prioritas utama. Di tengah derasnya arus informasi digital yang tidak jarang membawa dampak negatif, nilai-nilai Al-Qur’an dianggap sebagai benteng mental yang paling kokoh.

 

“Pemerintah akan selalu hadir mendukung pembinaan ini agar terus berkesinambungan. Kita ingin menjadikan Pangkalpinang sebagai kota yang benar-benar bercahaya karena memiliki generasi yang Qur’ani,” pungkas Agustu. (Gema)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.