PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Atmosfer apel rutin Senin (24/08) di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang mendadak riuh penuh penekanan. Plt. Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Erkandi, yang bertindak sebagai pembina apel, menyuntikkan arahan krusial yang membakar semangat sekaligus mewanti-wanti seluruh pegawai, guru, pengawas, hingga operator KUA.
Mengawali amanatnya dengan nada antusias, Erkandi membeberkan dinamika kemeriahan rangkaian perlombaan internal yang tengah berlangsung di lingkungan Kemenag. Setelah sukses menggelar aksi keakraban lewat lomba memasak nasi goreng dan pertandingan catur, agenda hari ini langsung dilanjutkan dengan kompetisi baca puisi.
“Hari ini kita akan melaksanakan lomba baca puisi. Sedangkan pada 31 Agustus mendatang, agenda dilanjutkan dengan lomba estafet karaoke. Namun per hari ini, sudah tercatat 24 peserta yang mendaftarkan diri. Kami imbau pendaftaran terus dibuka agar kemeriahan makin terasa,” pemicu semangat dari Erkandi di hadapan jajaran peserta apel.
Namun, di balik riuhnya nuansa perlombaan, Erkandi mendadak mengubah nada bicaranya menjadi lebih tegas. Ia memberikan teguran keras terkait kedisiplinan integrasi data digital pada platform pelayanan kepegawaian dan pendidikan. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya jajaran guru dan pengawas, diingatkan keras agar tidak meremehkan pembaruan data sistem digital yang telah disediakan pemerintah.
“Jangan pernah lengah dengan aplikasi yang telah ada, seperti SIMPEG5, SIAGA, EMIS, hingga SIMPATIKA. Apalagi bagi para guru dan pengawas, jika sampai lalai memutakhirkan data, konsekuensinya nyata: akan muncul pemberitahuan resmi bahwa Anda tidak berhak mendapatkan Tunjangan Kinerja (Tukin),” tegasnya menyentak kesadaran peserta apel.
Tidak berhenti di situ, agenda restrukturisasi organisasi internal juga menjadi poin panas yang diumumkan. Erkandi mengonfirmasi adanya kebijakan penyegaran posisi bagi para operator Kantor Urusan Agama (KUA). Terhitung mulai 31 Agustus, para operator dipastikan sudah harus menempati posisi dan unit kerja yang baru.
Langkah rotasi ini, lanjutnya, juga bakal disusul oleh jajaran Kepala KUA dalam waktu dekat. Erkandi optimistis proses transisi operator tidak akan mengalami hambatan berati karena skema tugas dan keilmuan teknis yang diusung relatif serupa.
“Kecuali jika seorang Kepala KUA mendadak dialihtugaskan menjadi Kasi PAIS, tentu proses belajarnya harus ekstra meluas. Bekerjalah dengan baik dan profesional di manapun ditempatkan. Kita tidak akan selamanya bertahan di satu tempat. Penugasan baru adalah sarana belajar serta menimba pengalaman,” tuturnya diplomatis.
Menutup amanatnya dengan sentuhan emosional, Erkandi menyampaikan pesan regenerasi kepemimpinan bagi para pegawai muda agar siap menerima tongkat estafet perjuangan di tubuh Kementerian Agama.
“Jika nanti kami telah memasuki masa purna bakti, maka Bapak dan Ibu sekalian yang masih muda inilah yang akan menjadi penerus perjuangan lembaga ini,” pungkasnya. (Imelda)









