PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang menunjukkan komitmen kuatnya dalam program pencegahan dan percepatan penurunan stunting (PPPS). Plt. Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Erkandi, S.Ag., M.H., bersama Penyuluh Agama Islam, Kun Anifah Windusari, S.Sos.I., M.E., menghadiri kegiatan penguatan pemantauan dan evaluasi pembangunan kesehatan dan gizi masyarakat di Swiss-Belhotel Pangkalpinang, Kamis (18/09).
Kegiatan ini menekankan pentingnya kunjungan telaah awal (baseline study) di setiap tingkatan pemerintahan untuk memperkuat pemantauan program PPPS. Selain itu, pertemuan ini menjadi forum diskusi mendalam dengan Pemerintah Daerah untuk mendalami Data Quality Assurance (DQA) dan sistem monitoring dan evaluasi (monev) desa. Diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan masukan untuk merumuskan kerangka kerja monev dan pelaporan PPPS di tingkat desa.
Erkandi menjelaskan bahwa peran Kemenag dalam penurunan angka stunting sangat strategis. Salah satu langkah utamanya adalah melalui bimbingan perkawinan bagi calon pengantin (catin). Tujuannya adalah memastikan mereka memiliki kesiapan mental dan fisik untuk membangun keluarga yang sehat.
Lebih lanjut, peran aktif juga dimainkan oleh para penyuluh agama dan penghulu. Mereka bertugas memberikan edukasi tentang stunting serta menjadi konsultan keluarga yang terintegrasi dengan berbagai layanan, seperti Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), Bimbingan Perkawinan Catin (Bimwin Catin), dan Bimbingan Keluarga.
Partisipasi Kemenag Pangkalpinang dalam acara ini menegaskan bahwa pendekatan pencegahan stunting tidak hanya terbatas pada sektor kesehatan, tetapi juga melibatkan institusi keagamaan dan sosial untuk membangun kesadaran dan pengetahuan dari level keluarga. (M3L)














