PANGKALPINANG, BERITAFAKTA.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, H. Firmantasi, S.Ag., M.H., secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan Rapor Digital Madrasah (RDM) untuk jenjang Raudhatul Athfal (RA) se-Kota Pangkalpinang, Kamis (11/12).
Pembukaan kegiatan yang berlangsung di gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) ini turut didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Eyde Tusewijaya, S.E., M.M.
RDM merupakan aplikasi yang wajib digunakan untuk pengelolaan nilai dan rapor siswa madrasah, dan kali ini, implementasinya diperkenalkan secara khusus untuk operator pada jenjang pendidikan anak usia dini, yakni RA.
Dalam sambutannya, Kepala Kemenag H. Firmantasi menekankan pentingnya adopsi teknologi dalam sistem pendidikan madrasah. Menurut H. Firmantasi, penggunaan RDM merupakan langkah maju untuk memastikan keamanan data akademik. “Dengan adanya RDM, risiko rapor hilang dapat diminimalisir dibandingkan dengan rapor manual,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa keunggulan utama RDM adalah adanya jejak digital yang terperinci. “Sistem digital ini memastikan bahwa data penilaian memiliki rekam jejak yang jelas dan aman, sehingga risiko kehilangan data dapat dihindari,” pungkas H. Firmantasi.
Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh seluruh operator RA se-Kota Pangkalpinang. Tujuannya adalah memastikan setiap operator memiliki kompetensi teknis yang memadai dalam mengoperasikan RDM, mulai dari input data hingga proses pencetakan rapor digital.
Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, Eyde Tusewijaya, menambahkan bahwa RDM ini merupakan bagian dari upaya integrasi data yang lebih baik di lingkungan madrasah. Ia mengungkapkan Rapor Digital Madrasah (RDM) adalah langkah maju untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pelaporan hasil belajar siswa.
“Operator adalah ujung tombak dalam kesuksesan implementasi RDM. Dengan Bimtek ini, kami berharap tidak ada kendala teknis yang berarti saat memasuki periode pelaporan nilai. Ikuti Bimtek ini dengan serius agar implementasi RDM di jenjang RA dapat berjalan lancar,” tutup Eyde. (Imelda)












