PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang menegaskan komitmennya dalam menjaga sinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang. Hal ini ditunjukkan melalui kehadiran Kepala Subbagian Tata Usaha, Eyde Tusewijaya, S.E., M.M., dalam puncak acara keagamaan dan budaya, yaitu Tabligh Akbar dan Nganggung, pada Kamis (25/09).
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-268 Kota Pangkalpinang, yang secara resmi diperingati setiap 17 September.
Acara yang dipenuhi suasana khidmat ini dimulai tepat pukul 08.00 WIB di ikon religi kota, Masjid Agung Kubah Timah. Mengenakan pakaian batik santun, Eyde Tusewijaya berbaur bersama ratusan masyarakat dan unsur Forkopimda lainnya.
“Kehadiran Kemenag di sini adalah wujud nyata dukungan kami terhadap upaya Pemkot dalam memelihara nilai-nilai keagamaan dan tradisi luhur,” ujar Eyde Tusewijaya di sela-sela acara.
Ditegaskannya, tabligh akbar ini merupakan salah satu upaya penguatan spiritual, sementara tradisi Nganggung adalah simbol kebersamaan dan gotong royong yang menjadi akar budaya Melayu Bangka Belitung.
Tradisi Nganggung sendiri merupakan warisan budaya di mana masyarakat membawa dulang berisi aneka hidangan dari rumah untuk disantap bersama, merefleksikan semangat berbagi dan persatuan di tengah masyarakat.
Dalam momentum Hari Jadi ke-268 ini, peran Kemenag dianggap krusial dalam pembangunan moral dan mental masyarakat. Eyde Tusewijaya menambahkan bahwa peringatan hari jadi kota harus dimaknai tidak hanya sebagai seremonial, tetapi juga sebagai refleksi untuk meningkatkan kualitas diri dan pelayanan publik.
“Kami berharap, momen Hari Jadi ke-268 ini menjadi titik tolak bagi seluruh elemen masyarakat Pangkalpinang untuk semakin memperkuat persatuan dan kesatuan. Dengan landasan spiritual yang kuat dan nilai-nilai budaya yang lestari, kita wujudkan Pangkalpinang sebagai kota yang berkah, maju, dan sejahtera,” tutupnya.
Kehadiran Kemenag dalam acara ini memperkuat pesan bahwa pembangunan kota harus seimbang antara kemajuan infrastruktur dan penguatan keimanan, menjadikan Tabligh Akbar dan Nganggung sebagai penanda penting sinergi antara umara (pemerintah) dan ulama (tokoh agama). (GV004)











