Jerat Hukum Intai Konsultan “Nakal”, Ketum INKINDO Ingatkan Integritas di Musprov V Bangka Belitung

oleh -458 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Industri jasa konstruksi dan non-konstruksi di Indonesia tak luput dari bayang-bayang penegakan hukum. Kenyataan pahit ini diungkapkan langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO), Erie Heryadi, saat menghadiri Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-V INKINDO Bangka Belitung di Hotel Safran, Sabtu (20/6).

 

banner 336x280

Dalam sesi wawancara, Erie membedah “perkara” yang kerap menyeret para konsultan ke ranah hukum.

 

Ia menegaskan bahwa peran konsultan sangat vital dalam siklus pembangunan dari hulu ke hilir. Namun, tanggung jawab besar ini kerap menjadi bumerang jika tidak dibarengi dengan integritas.

 

Selama ini publik lebih sering melihat kontraktor atau pelaksana proyek yang duduk di kursi pesakitan saat terjadi proyek macet, gagal, atau mangkrak. Namun, Eri Heriadi meluruskan miskonsepsi tersebut. Di mata hukum, konsultan memegang tanggung jawab mutlak sejak awal proyek.

 

“Banyak anggota INKINDO yang terjerat masalah hukum, bahkan sudah divonis. Karena perencanaan bagaimanapun itu perannya konsultan, pengawasan juga perannya konsultan,” ujar Erie

 

Ia menambahkan, kegagalan kontraktor di lapangan sering kali menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk mengusut keterlibatan konsultan.

 

Jika kontraktor melakukan kesalahan fisik, konsultan pengawas dinilai gagal menjalankan fungsinya.

 

Konsultan yang “tersentuh” atau berkompromi dengan kontraktor demi memuluskan proyek yang cacat mutu dipastikan akan ikut terseret dalam perkara pidana korupsi atau kegagalan bangunan.

 

 

Di sisi lain, Erie menyoroti dinamika bisnis konsultan di Negeri Serumpun Sebalai. Industri konsultan di Bangka Belitung (Babel) diakui belum berkembang pesat akibat keterbatasan dana APBD.

 

Kendati demikian, para konsultan lokal diminta tidak menyerah pada keadaan. Masih ada peluang besar dari serapan dana APBN serta ekspansi pasar ke provinsi tetangga.

 

 

Memasuki usia INKINDO yang ke-47, momentum Musprov V Babel ini diharapkan menjadi titik balik lahirnya para konsultan yang profesional, beretika, dan berintegritas tinggi.

 

Musprov kali ini juga mengagendakan pemilihan ketua baru untuk menggantikan pejabat inkumben, Lukman. Eri Heriadi menegaskan bahwa siapapun dari dua kandidat yang terpilih nanti, mereka adalah kader terbaik yang harus mampu membawa INKINDO Babel keluar dari zona nyaman.

 

“Ketua terpilih nanti harus memiliki jaringan luas, kompetensi mumpuni, dan komunikasi yang kuat. Tidak ada tekanan dalam pemilihan ini, siapapun yang menang wajib melanjutkan perjuangan untuk membuat INKINDO Babel lebih maju, sejahtera, dan yang terpenting, melek hukum agar terhindar dari segala perkara,” pungkas Erie. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.