PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Pelaksanaan evaluasi tata kelola guru madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang resmi memasuki babak krusial. Guna memastikan seluruh dokumen dan kesiapan lapangan berjalan tanpa celah, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Eyde Tusewijaya, memimpin langsung rapat koordinasi taktis di Ruang Rapat Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, Jumat (10/07).
Pertemuan darurat ini digelar sebagai langkah cepat merespons Surat Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor PE.09.02/S-1132/PW29/2/2026 tertanggal 8 Juli 2026. Surat tersebut mengamanatkan pelaksanaan Evaluasi atas Pemerataan Pendidikan Dasar dan Menengah yang Berkualitas Subtopik Guru pada Jenjang Pendidikan Madrasah Tahun 2026, di mana Kota Pangkalpinang ditunjuk sebagai lokus uji petik.
Aksi cepat yang dilakukan jajaran Kemenag Kota Pangkalpinang ini merupakan kelanjutan dari maraton koordinasi yang telah berjalan sejak sehari sebelumnya. Sebelum menggelar rapat internal hari ini, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, Eyde Tusewijaya, terlebih dahulu telah menghadiri entry meeting krusial bersama Tim BPKP Babel yang bertempat di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Kamis (09/07).
Eyde Tusewijaya menegaskan bahwa penunjukan Kota Pangkalpinang sebagai sampel uji petik merupakan tanggung jawab besar yang harus dikawal dengan transparansi dan akurasi data yang tinggi. Hasil dari pertemuan di Kanwil Kemenag Babel kemarin menjadi cetak biru bagi daerah untuk segera melakukan sinkronisasi data di tingkat kota.
“Uji petik dari BPKP ini bukan sekadar rutinitas pengawasan, melainkan momentum penting untuk memotret secara objektif sejauh mana pemerataan dan kualitas tenaga pendidik madrasah kita di lapangan. Kita harus bergerak cepat, sinkron, dan memastikan seluruh data administrasi maupun faktual sudah siap seratus persen,” tegas Eyde di hadapan peserta rapat.
Fokus utama evaluasi BPKP kali ini bertumpu pada subtopik distribusi, kualifikasi, kompetensi, serta pemenuhan beban kerja guru madrasah. Hasil pemantauan ini nantinya akan menjadi dasar kebijakan strategis nasional dalam upaya pemerataan mutu pendidikan keagamaan.
Mengingat pentingnya agenda tersebut, rapat koordinasi lanjutan di tingkat kota ini menghadirkan seluruh elemen strategis pendidikan madrasah di Kota Pangkalpinang untuk menyamakan persepsi dan membagi klaster penyiapan berkas yang diinstruksikan oleh BPKP.
Pertemuan penting ini dihadiri oleh seluruh Pengawas Madrasah yang bertanggung jawab atas validasi data kepengawasan, bersama para unsur pimpinan satuan pendidikan yang menjadi lokus uji petik, di antaranya Kepala MIN 2 Pangkalpinang, Kepala MI Tahfiz Hidayatussalikin, Kepala MTsN 1 Pangkalpinang, Kepala MTs Hidayatussalikin, Kepala MAN 1 Pangkalpinang, serta Kepala MA Darussalam. Selain jajaran kepala madrasah negeri dan swasta tersebut, seluruh Pegawai Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Pangkalpinang juga dilibatkan penuh sebagai tim teknis dan fasilitator data guna memastikan akuntabilitas seluruh dokumen yang didelegasikan.
Dalam arahannya, Eyde Tusewijaya menginstruksikan kepada setiap kepala madrasah yang menjadi sampel untuk segera membentuk tim kecil di internal masing-masing. Tim tersebut bertanggung jawab menyusun portofolio kepegawaian, data sertifikasi, hingga sebaran jam mengajar guru secara riil sesuai dengan arahan yang diterima dari pertemuan di Kanwil kemarin.
Selain itu, para pengawas madrasah diminta melakukan supervisi intensif ke sekolah-sekolah binaan dalam dua hari ke depan guna memitigasi adanya ketidaksesuaian data antara sistem aplikasi (seperti SIMPATIKA) dengan kondisi nyata di ruang kelas.
Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang solid, Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang optimistis proses uji petik dan evaluasi yang dilakukan oleh BPKP Bangka Belitung dapat berjalan lancar, sekaligus mampu memberikan rekomendasi positif bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah di wilayah Kota Pangkalpinang. (Imelda)









