Ironi “Map Pink” Dua Ribuan di Balik Megahnya Pelantikan Pejabat Eselon II Pangkalpinang

oleh -731 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Pemandangan kontras menghiasi ruang pelantikan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang. Di tengah sakralnya sumpah jabatan yang menentukan nasib arah kemudi kota, terselip sebuah pemandangan yang bagai bumi dan langit.

 

banner 336x280

Beberapa pejabat yang baru dilantik tampak menggenggam “lembaran nasib” mereka dalam balutan map plastik berwarna merah muda (pink). Siapa sangka, dokumen Surat Keputusan (SK) yang menjadi napas administrasi pemerintahan itu hanya dibungkus map seharga dua ribuan rupiah, sebuah anomali di tengah seremoni yang biasanya sarat akan kemewahan protokoler.

 

Walikota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, resmi melantik jajaran eselon II melalui tiga mekanisme utama promosi dari eselon III, hasil uji kompetensi (Job Fit), dan jalur mutasi antar daerah.

Terkait fenomena map pink tersebut, publik pun bertanya-tanya Apakah ini potret nyata dari “ikat pinggang yang semakin kencang” akibat keterbatasan anggaran?

 

“Kita melakukan evaluasi mendalam selama enam bulan untuk menempatkan mereka pada posisi yang tepat, sesuai latar belakang ilmu dan pengalaman kerja,” ujar Prof. Saparudin.

 

Dalam pelantikan kali ini, terdapat dua nama yang berasal dari luar daerah, yakni dari Bangka Selatan dan Kabupaten Bangka. Prof. Saparudin menegaskan bahwa fenomena ini adalah hal lumrah dalam birokrasi.

Evaluasi kinerja 6 bulan untuk reposisi jabatan yang lebih akurat. Penerimaan pejabat luar daerah untuk mengisi kekosongan kompetensi. Upaya efisiensi di tengah keterbatasan dana lelang jabatan.

 

Satu hal yang menjadi sorotan adalah posisi Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Bakuda yang masih lowong. Prof. Saparudin secara jujur mengakui bahwa dompet daerah sedang bernapas pendek. Pemerintah belum memiliki anggaran untuk melakukan lelang jabatan Sekda di tahun induk ini.

 

“Lelang Sekda kemungkinan besar melalui anggaran pergeseran (ABT) atau menunggu manajemen talenta agar tidak perlu proses lelang yang memakan biaya besar,” jelasnya.

 

Untuk sementara waktu, jabatan strategis ini akan diisi oleh:

• Plh Sekda: Rencananya akan dijabat oleh Budianto.

 

• Plt Bakuda: Rencananya akan diisi oleh Saparudin ( Udin).

 

Meski pelantikan diwarnai dengan kesederhanaan yang mencekik, Prof. Saparudin tidak ingin kinerja melambat. Pada hari Senin mendatang, seluruh OPD baru akan dikumpulkan dalam pertemuan rutin bulanan yang sempat tertunda.

 

“Saya akan menyampaikan tugas-tugas strategis kepada kepala OPD yang baru. Fokus utamanya adalah bagaimana menghadapi permasalahan kota saat ini dengan prinsip efisiensi yang ketat,” pungkasnya.

 

Pesan tersirat dari “Map Pink” ini seolah menjadi pengingat bagi para pejabat yang baru dilantik: Bahwa kehormatan jabatan tidak terletak pada bungkusnya yang mewah, melainkan pada tangan dingin mereka dalam mengelola keterbatasan demi kesejahteraan masyarakat Pangkalpinang. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.