PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Semangat membara mewarnai halaman Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang pada pelaksanaan apel rutin Senin pagi (10/08). Lebih dari sekadar rutinitas formalitas, apel kali ini menjadi momentum penguat komitmen moral dan profesionalisme para Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui amanat mendalam yang disampaikan oleh Ustaz Firdaus, Penyuluh Agama Islam sekaligus Agen Perubahan Kemenag Kota Pangkalpinang.
Dalam perannya sebagai pembina apel, Ustaz Firdaus menyoroti pelaksanaan Gerakan Bersih-bersih Masjid (Gebermas) yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan langkah nyata dalam mengimplementasikan nilai-nilai al-Qur’an, khususnya Surah At-Taubah, mengenai kewajiban umat Islam untuk memakmurkan masjid.
“Memakmurkan masjid tidak hanya soal mengisi saf salat, tetapi juga menjaga kebersihan dan kenyamanannya. Gebermas adalah bentuk amalan nyata yang bernilai pahala jariyah, dan kita harus melaksanakannya dengan penuh semangat,” ujar Firdaus di hadapan peserta apel.
Tak hanya menyentuh aspek spiritual, amanat apel juga menyoroti penguatan kapasitas dan integritas ASN di lingkungan Kemenag. Ustaz Firdaus mengajak seluruh pegawai untuk terus memperkasai diri agar menjadi ASN yang berkualitas dan berdedikasi tinggi. Menurutnya, pembenahan diri harus mencakup tiga pilar utama: perbaikan kepribadian dan etika, peningkatan keilmuan, serta pengasahan keahlian profesional.
Mengutip kearifan kisah Nabi Yusuf AS dalam Surah Yusuf ayat 54-55—saat beliau siap menanggung amanah sebagai bendahara kerajaan Mesir karena memiliki pengetahuan dan kapabilitas—Firdaus menyebut integritas dan kompetensi tersebut sebagai modal utama ASN modern. Nilai-nilai ini juga selaras dengan implementasi 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama (Integritas, Profesionalisme, Inovasi, Tanggung Jawab, dan Keteladanan).
Sebagai Agen Perubahan, Ustaz Firdaus memaparkan serangkaian program terobosan yang siap digulirkan untuk mengakselerasi transformasi budaya kerja sekaligus merawat nilai spiritualitas pegawai. Salah satu langkah konkret yang diusung adalah penguatan inovasi digital dan edukasi melalui peluncuran program podcast keagamaan serta kajian rutin. Inisiatif ini dirancang sebagai media dakwah modern untuk memperluas jangkauan edukasi publik, meluruskan pemahaman keagamaan agar tetap berasas moderasi, serta memastikan literasi keagamaan masyarakat tidak melenceng dari ajaran yang akurat di tengah pesatnya arus informasi.
Sejalan dengan edukasi publik, perhatian besar juga dicurahkan pada aspek pengembangan diri pegawai Kemenag. Melalui wadah upgrading keilmuan dan keahlian secara berkala, para ASN didorong untuk terus mengasah kapasitas diri dan memperdalam pemahaman di sela-sela rutinitas kerja harian. Langkah ini menjadi strategi transformatif agar seluruh pegawai tidak hanya terjebak dalam rutinitas administratif, melainkan tumbuh menjadi insan yang adaptif, berwawasan luas, dan senantiasa mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik secara profesional.
Melengkapi dimensi intelektual dan profesional tersebut, pilar gerakan kepedulian sosial turut ditegaskan lewat pengaktifan program “Kotak Infak Senin Pagi”. Tradisi berbagi yang digelar konsisten setiap awal pekan ini bertujuan untuk memupuk empati, mempererat kepedulian sosial, serta membangun kebiasaan bersedekah di lingkungan internal kantor.
Melalui sinergi antara semangat spiritual dan profesionalisme kerja ini, Kemenag Kota Pangkalpinang optimistis dapat terus menghadirkan pelayanan publik yang berdampak nyata, berintegritas, dan membawa keberkahan bagi masyarakat luas. (Imelda)











