Gula Kelapa AYCO Resmi Meluncur, SMSI Bangka Targetkan Pasar Global dan Kesejahteraan Petani

oleh -25 Dilihat
oleh
banner 468x60

BANGKA, BERITA-FAKTA.COM – Sebuah fajar baru bagi sektor pertanian Bangka Belitung mulai menyingsing. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bangka secara resmi meluncurkan produk gula kelapa premium bertajuk “AYCO”. Bukan sekadar pemanis, AYCO hadir sebagai simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan melalui sentuhan hilirisasi yang nyata.

 

banner 336x280

Nama “AYCO” bukan sekadar label tanpa makna. Ia merupakan akronim dari sebuah semboyan penuh cinta: “Sayang Kelapaku”. Slogan ini dikobarkan sebagai pemantik api semangat hilirisasi di Negeri Laskar Pelangi. SMSI Bangka memandang kelapa bukan lagi sekadar pohon pelindung pantai, melainkan emas hijau yang siap dikelola secara profesional.

 

Kekuatan utama gula kelapa AYCO terletak pada kejujurannya. Diproduksi murni dari air bunga kelapa (mayang/manggar) tanpa campuran bahan kimia apa pun, produk ini membidik pangsa pasar yang kian selektif, baik domestik maupun internasional.

 

“Kami ingin AYCO menjadi pelopor produk berkualitas nomor satu yang mampu bersaing di pasar bebas. Ini adalah air mayang murni, kristal manis dari alam Bangka,” ujar Ahmad Wahyudi, Ketua SMSI Bangka.

 

Langkah SMSI Bangka ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Gubernur Bangka Belitung yang memproyeksikan kelapa sebagai objek vital pengelolaan lahan pasca-tambang.

 

Berikut adalah poin-poin strategis pengembangan AYCO. Menjalin komunikasi intensif dengan UPTD Kemasan dan Produksi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Babel. Menjadi produsen gula kelapa pertama yang mendaftarkan diri secara resmi di dinas terkait. Meningkatkan nilai jual hasil panen petani kelapa agar tidak lagi hanya bergantung pada komoditas mentah.

 

Ahmad Wahyudi menekankan bahwa semangat ini memerlukan nafas panjang dari pemerintah daerah. Beliau berharap hilirisasi kelapa jangan hanya menjadi program “musiman” atau sekadar hiasan di atas kertas yang hilang saat kepemimpinan berganti.

 

“Kami sangat berharap sinergi dengan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung tidak hanya sesaat. Kelapa harus menjadi penggerak ekonomi yang berkelanjutan, menyusul kejayaan lada putih (Muntok White Pepper) yang sudah lebih dulu mendunia,” tambahnya. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.