PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Semarak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI Tahun 2026 di Kota Pangkalpinang berlangsung meriah. Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang menggelar lomba paduan suara yang diikuti oleh berbagai unit kerja di lingkungan Kemenag Kota Pangkalpinang, Kamis (08/01/2026).
Bertempat di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT), kompetisi ini menjadi ajang unjuk bakat sekaligus mempererat silaturahmi antarpegawai. Setiap kelompok yang tampil membawakan lagu wajib “Mars Kementerian Agama” dengan penuh khidmat dan semangat.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, H. Firmantasi, S.Ag., M.H. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Mars Kementerian Agama bukan sekadar nyanyian, melainkan manifestasi jati diri pegawai.
“Para pegawai Kementerian Agama harus benar-benar menghayati lagu Mars Kementerian Agama karena di dalamnya terkandung nilai-nilai mendalam tentang menjaga kerukunan, kolaborasi, dan sinergi untuk bergerak bersama demi Indonesia Maju. Jadikanlah lagu ini sebagai semangat untuk bekerja dan melayani umat,” ujar Firmantasi.
Beliau juga berpesan agar para peserta tidak hanya terpaku pada ambisi menjadi juara, melainkan lebih mengedepankan aspek profesionalitas dan solidaritas.
“Bukan juara yang utama kita cari, tetapi carilah nilai profesionalitas. Bangun kebersamaan dan solidaritas antar sesama. Selamat berlomba, dan perlu diingat bahwa pemenang nantinya akan ‘dipatenkan’ atau diprioritaskan untuk mengisi berbagai kegiatan resmi Kemenag ke depan,” tegasnya.
Ketua Tim Paduan Suara, Yohanes Bosco Otto, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sembilan kelompok yang merupakan perwakilan dari Madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Pangkalpinang. Setiap kelompok terdiri dari 11 orang, termasuk satu orang dirigen.
“Lomba ini adalah sarana untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap institusi melalui penghayatan lirik lagu Mars Kemenag sekaligus bentuk internalisasi nilai-nilai pengabdian,” tambah Yohanes.
Untuk menjaga objektivitas dan kualitas kompetisi, panitia menetapkan empat poin utama dalam indikator penilaian, yaitu:
– Ketepatan Lagu (30%): Meliputi ketepatan tempo, syair/lirik, dan notasi.
– Vokal dan Artikulasi (25%): Menilai kualitas suara dan kejelasan pengucapan kata.
– Kekompakan dan Harmonisasi (25%): Menilai perpaduan suara dan keselarasan antaranggota kelompok.
– Penjiwaan (20%): Menilai ekspresi dan penghayatan peserta saat membawakan lagu.
Melalui lomba ini, diharapkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di bawah naungan Kemenag Kota Pangkalpinang dapat semakin solid dan terus meningkatkan semangat pelayanan sesuai dengan semboyan “Ikhlas Beramal”. (Imelda)












