PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Pangkalpinang bergerak cepat mematangkan persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) XXXIV tingkat Kota Pangkalpinang. Langkah awal kepengurusan baru ini ditandai dengan menggelar rapat penyusunan Petunjuk Teknis (Juknis) Pelaksanaan MTQH di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang, Selasa (8/9).
Kegiatan strategic ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang sekaligus Dewan Penasihat LPTQ Pangkalpinang, H. Firmantasi, serta Ketua LPTQ Kota Pangkalpinang, Mahmudin.
Dalam arahannya, H. Firmantasi mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan MTQH yang saban tahun berjalan sukses. Ia menekankan agar perhelatan yang dijadwalkan pada 30 September hingga 4 Oktober mendatang tidak sekadar rutinitas, melainkan momentum membawa semangat dan inovasi baru.
“Harapan kita semua, pelaksanaan MTQH di bawah kepengurusan baru ini menghadirkan semangat dan inovasi yang lebih tinggi. Saya minta sekretaris segera mendata qori dan qoriah berprestasi serta membuat basis data daring (link khusus) yang transparan dan dapat diakses publik,” tegas Firmantasi.
Firmantasi menambahkan, pendataan ini krusial mengingat capaian prestasi kini menjadi poin penting dalam jalur pendidikan formal hingga seleksi penerimaan anggota Polri. Lebih lanjut, pihak Kemenag juga memberikan apresiasi penuh atas peran LPTQ yang tidak hanya fokus pada gelaran acara, tetapi juga aktif mendata lembaga Tilawatil Qur’an dalam mencetak bibit unggul pemuda Qur’ani di daerah.
Di sisi lain, Ketua LPTQ Kota Pangkalpinang, Mahmudin, mengungkapkan komitmennya untuk memikul amanah kepemimpinan secara maksimal. Menghadapi agenda terdekat, LPTQ fokus pada perumusan panitia pelaksana hingga seleksi Dewan Hakim.
“Kami terus berkoordinasi untuk menyusun Dewan Hakim yang mengedepankan profesionalitas dan integritas sesuai juknis. Mengingat banyak Dewan Hakim senior yang mulai uzur, penilainya nanti harus benar-benar jeli memahami perbedaan kesalahan Jali dan Khofi agar hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Mahmudin.
Ia juga menyoroti pentingnya kemandirian LPTQ dalam mengelola teknis kegiatan—termasuk penyediaan kendaraan operasional kafilah—guna mengoptimalkan kinerja LPTQ yang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada Bagian Kesra Pemkot Pangkalpinang.
“Kami membuka diri atas kritik, arahan, dan ide dari seluruh pihak. Tidak ada yang kami harapkan selain syiar dan rasa cinta kepada Al-Qur’an. Semoga seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan kafilah Kota Pangkalpinang mampu meraih hasil terbaik di tingkat provinsi kelak,” pungkasnya. (Imelda)










