PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Kementerian Agama Kota Pangkalpinang resmi menabuh genderang perang terhadap sampah di lingkungan pendidikan. Langkah progresif ini ditandai dengan peluncuran Aksi Perdana Satuan Tugas (Satgas) Gerakan Madrasah Asri Bebas dari Sampah yang dipusatkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pangkalpinang, Jumat (17/07/2026).
Kegiatan strategis ini tidak hanya menjadi simbol gerakan lokal, melainkan bagian integral dari implementasi program prioritas Badan Ekologi Kementerian Agama Republik Indonesia. Fokus utama dari aksi nyata ini adalah penanganan sistematis terhadap sampah, khususnya pembersihan sampah plastik yang kian mengancam kelestarian lingkungan.
Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, H. Firmantasi, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari komitmen kolektif yang kuat demi mewujudkan ruang hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan.
“Hari ini, sesuai dengan kesepakatan bersama pada tanggal 17 Juli 2026, kita melaksanakan aksi nyata pungut sampah serentak. Ini adalah bagian dari program prioritas Badan Ekologi Kementerian Agama RI. Oleh karena itu, kita bergerak bersama-sama—mulai dari kepala sekolah, madrasah, MI, baik swasta maupun negeri,” ujar H. Firmantasi dalam sambutannya.
Senada dengan Kepala Kantor, Kasubbag TU Kemenag Kota Pangkalpinang, Eyde Tusewijaya, menekankan bahwa gerakan ini mengusung esensi yang jauh lebih mendalam daripada aktivitas fisik semata. Program ini menjadi wujud nyata dari konsep Ekoteologi yang diusung oleh Kementerian Agama RI.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar pungut-pungut sampah biasa, melainkan bentuk dukungan nyata kita kepada pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan asri,” tegas Eyde Tusewijaya.
Menurut Eyde, konsep Ekoteologi bertujuan untuk membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat yang tidak hanya didasarkan pada moralitas sosial, tetapi juga mengakar pada nilai-nilai keagamaan. Menjaga alam dan kebersihan adalah bagian dari manifestasi iman.
Guna memaksimalkan dampak di lapangan, Kemenag Pangkalpinang juga memperkuat sinergi lintas instansi. “Kami berkolaborasi erat dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Mari kita saling mendukung, saling berkolaborasi, dan menjaga kebersihan ini mulai dari rumah, lingkungan madrasah, hingga tempat-tempat umum,” tambah Eyde.
Aksi perdana Satgas MADRASAH Asri ini langsung menggebrak dengan menyasar 28 titik lokasi secara serentak di wilayah Kota Pangkalpinang. Agar pergerakan berjalan masif dan terstruktur, pelaksanaan di masing-masing titik lokasi dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah setempat bersama seluruh jajarannya.
Tidak hanya mengandalkan pihak internal madrasah, aksi ini juga diperkuat dengan diterjunkannya para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Pangkalpinang. Seluruh ASN telah dibagi habis tugasnya dan disebar ke berbagai titik lokasi yang telah ditentukan untuk mengawal langsung jalannya aksi bersih-bersih ini.
Program massal ini menyasar seluruh jenjang pendidikan madrasah, meliputi: Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA).
H. Firmantasi optimis gerakan terintegrasi ini akan memberikan kontribusi besar bagi daerah. “Saya yakin dan percaya gerakan bersama ini akan sangat membantu pemerintah dalam upaya bersih-bersih. Masalah sampah ini sudah memprihatinkan dan menjadi tugas kita bersama agar kota ini bisa tampil indah, asri, dan bersih,” tuturnya.
Di akhir agenda, apresiasi tinggi disematkan kepada seluruh pihak yang telah bersinergi menyukseskan peluncuran gerakan ini.
“Saya kira kegiatan kita ini sangat keren. Terima kasih kepada Satgas serta seluruh rekan-rekan di jajaran Kementerian Agama yang telah berpartisipasi aktif. Semoga kegiatan ini menjadi sebuah amal bakti kita kepada bangsa dan negara, serta menjadi warisan (legacy) berharga yang akan dicontoh oleh generasi penerus kita ke depan,” pungkas H. Firmantasi.
Melalui peluncuran Satgas MADRASAH Asri, penguatan konsep Ekoteologi, serta pembagian tugas ASN yang solid di lapangan, Kemenag Pangkalpinang menargetkan transformasi madrasah menjadi motor penggerak kelestarian lingkungan yang berkelanjutan di Bangka Belitung. (Imelda)









