Gagas ‘Ekoteologi’, Kasubbag TU Kemenag Pangkalpinang Bersama Satgas Siap Rilis Rencana Aksi Bersih Sampah

oleh -392 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Cetak biru aksi nyata Satuan Tugas (Satgas) Gerakan Pangkalpinang Asri Bebas dari Sampah mulai dimatangkan. Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Eyde Tusewijaya, memaparkan secara gamblang konsep dan strategi taktis rencana aksi lingkungan tersebut dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Kantor, Kamis (02/07/2026).

 

banner 336x280

Langkah ini menjadi babak baru bagi Kemenag Pangkalpinang dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam aksi nyata penyelamatan lingkungan di wilayah kota berjuluk Kota Pangkal Kemenangan.

 

Bertindak sebagai penanggung jawab gerakan, Eyde Tusewijaya mengungkapkan bahwa Satgas ini bergerak cepat dengan target yang terukur. Beberapa tahapan krusial, mulai dari pembentukan formal Satgas hingga penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang, telah sukses dirampungkan sebagai fondasi legal dan operasional.

 

“Ada beberapa kegiatan awal yang telah sukses kita laksanakan, mulai dari pembentukan satgas hingga PKS dengan DLH. Kini saatnya kita fokus pada implementasi ekoteologi dan eksekusi rencana aksinya di lapangan,” ujar Eyde di hadapan peserta rapat.

 

Konsep ekoteologi yang diusung Kemenag ini mengawinkan pemahaman teologi (keagamaan) dengan tanggung jawab terhadap ekologi (lingkungan), yang kini siap dimanifestasikan dalam bentuk aksi konkret, bukan sekadar wacana.

 

Salah satu strategi terobosan yang dipaparkan adalah pemanfaatan momentum tahun ajaran baru sebagai titik start gerakan masif ini. Eyde mengonfirmasi bahwa peluncuran aksi utama di lapangan akan disinergikan langsung dengan pelaksanaan Masa Ta’ruf Siswa Madrasah (Matsama).

 

“Aksi utama ini akan kita awali dan selaraskan bertepatan dengan momen Matsama. Mengenai teknis detailnya nanti akan kita atur kembali secara matang,” jelasnya.

 

Tidak tanggung-tanggung, gerakan ini dipastikan bakal menggerakkan roda ekosistem pendidikan keagamaan secara masif. Sedikitnya ada 30 lembaga madrasah di bawah naungan Kemenag Pangkalpinang, termasuk jenjang Raudhatul Athfal (RA), yang akan diakomodir untuk bergerak serentak.

 

Di akhir paparannya, Eyde menekankan pentingnya konsolidasi di internal Satgas untuk mematangkan seluruh program kerja yang telah dirancang. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan gerakan ini sangat bergantung pada kalkulasi yang matang di lapangan agar realisasinya tepat sasaran.

 

“Kita harus memantapkan program-program ini dari sekarang, sehingga saat eksekusi di lapangan nanti semuanya dapat berjalan secara efektif, efisien, dan memberikan dampak yang maksimal bagi kebersihan Kota Pangkalpinang,” pungkas Eyde. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.