Edukasi Gerakan Indonesia Berkiblat, Tenant Kemenag Babel di INTI Expo Sosialisasikan Metode Rashdhul Kiblat

oleh -321 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Momentum Hari Kedua INTI Babel Expo 2026 yang digelar di Bangka City Hotel pada Kamis (09/07/2026) dimanfaatkan secara optimal oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Melalui Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Kemenag Babel mengintegrasikan stan pameran menjadi ruang edukasi publik untuk menyosialisasikan program Indonesia Berkiblat melalui “Gerakan Nasional 1.448.000 Rashdhul Kiblat”.

 

banner 336x280

Langkah proaktif ini sengaja diambil guna meningkatkan pemahaman masyarakat luas mengenai penentuan arah kiblat yang presisi. Di tengah hiruk-pikuk pengunjung pameran, Ketua Tim Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Babel, H. Andi Jaenuri, terlihat turun langsung memberikan edukasi tatap muka kepada warga yang singgah di tenant Layanan dan Informasi Kemenag Babel. Didampingi oleh M. Rozi, salah satu staf Bimas Islam, keduanya secara interaktif membagikan selebaran serta panduan praktis kepada masyarakat.

 

Dalam kesempatan tersebut, H. Andi Jaenuri menjelaskan bahwa esensi dari sosialisasi ini adalah mengajak umat Islam memanfaatkan fenomena astronomi alamiah yang disebut rashdhul kiblat. Fenomena ini merupakan momen langka di mana posisi matahari bergerak tepat berada di atas koordinat Ka’bah, sehingga bayangan benda tegak lurus di belahan bumi lain akan mengarah langsung ke pusat kiblat umat Islam.

 

“Terkait sosialisasi penetapan arah kiblat ini, fenomena rashdhul kiblat terjadi saat posisi matahari tepat berada di atas Ka’bah. Pada tanggal 15 dan 16 Juli pukul 16.27 WIB, masyarakat dapat memanfaatkan momen tersebut untuk mengukur ulang arah kiblat secara mandiri berdasarkan arah cahaya matahari,” terang Andi.

 

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa metode pengukuran ini sangat sederhana dan bisa dipraktikkan oleh siapa saja di rumah masing-masing secara mandiri. Masyarakat hanya perlu menyiapkan sebuah tongkat yang lurus, lalu mendirikannya secara tegak lurus di atas permukaan atau landasan yang benar-benar rata dan terpapar sinar matahari. Tepat pada jam yang telah ditentukan, masyarakat cukup mengamati arah bayangan tongkat tersebut. Langkah terakhir adalah menarik garis lurus dari ujung bayangan menuju ke pangkal tongkat yang dipasang; garis itulah yang menjadi penanda arah kiblat yang sebenarnya.

 

Melalui gerakan massal yang menyasar ruang publik seperti INTI Babel Expo ini, Bidang Bimas Islam Kemenag Babel menaruh harapan besar pada peningkatan pemahaman dan kemandirian umat. Edukasi ini dinilai krusial agar masyarakat tidak lagi bingung atau ragu terhadap akurasi arah kiblat di kediaman mereka masing-masing, sekaligus tidak harus selalu bergantung pada alat digital yang rumit atau bantuan teknis dari petugas pemerintah.

 

“Harapan dari Bidang Bimas Islam sendiri dengan pengukuran arah kiblat secara massal ini, harapannya masyarakat muslim khususnya bisa mengukur arah kiblat dengan sendirinya tanpa bantuan pemerintah, intinya ya. Jadi masyarakat bisa melaksanakan pengukuran dengan sebaik mungkin dengan petunjuk yang telah diberikan oleh Kementerian Agama, khususnya Bangka Belitung. Sehingga setiap rumah itu, ketika ingin ibadah, sudah yakin arah kiblatnya,” pungkas Andi.

 

Melalui pendekatan edukasi publik yang humanis dan aplikatif ini, Kanwil Kemenag Babel berharap “Gerakan Nasional 1.448.000 Rashdhul Kiblat” dapat sukses terlaksana secara masif di Bumi Serumpun Sebalai, demi menghadirkan kepastian dan kekhusyukan dalam beribadah bagi setiap keluarga muslim. (Gema)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.