Dwiyana Ocviyanti Ajak Siswa SD Negeri 13 Teladani Akhlak Nabi Muhammad SAW Lewat Hidup Sederhana dan Peduli Lingkungan

oleh -335 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SD Negeri 13 Pangkalpinang pada Senin (15/09) diisi dengan ceramah inspiratif oleh Dwiyana Ocviyanti, S.Sy., M.Pd., seorang Penyuluh Agama Islam dari Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang. Di hadapan para siswa dan guru, Dwiyana menyampaikan pesan penting tentang meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, dengan fokus pada dua hal utama: hidup sederhana dan kepedulian terhadap lingkungan

 

banner 336x280

Dalam ceramahnya, Dwiyana menekankan bahwa meskipun Rasulullah SAW adalah pemimpin agung, beliau menjalani kehidupan yang penuh kesederhanaan. Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-A’raf: 31, “Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”

 

“Bukanlah kaya itu karena banyak harta, tetapi kaya itu adalah kaya hati,” kata Dwiyana, mengutip Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim. Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mencontohkan kesederhanaan dengan tidur di atas tikar kasar, makan secukupnya, bahkan terkadang hanya dengan kurma dan air, serta tidak pernah menimbun makanan berlebihan di rumahnya. Hal ini selaras dengan ungkapan hikmah atau mahfudhat yang ia sampaikan, “Qana’ah (merasa cukup) adalah harta yang tidak akan pernah habis.

 

Selain mengajarkan ibadah ritual, Dwiyana juga mengajak para siswa untuk meneladani kepedulian Nabi terhadap alam. Ia mengutip QS. Al-A’raf: 56, “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya…”

 

Dwiyana menyebutkan beberapa hadits yang menunjukkan pentingnya menjaga lingkungan, termasuk hadits dari HR. Ahmad yang sangat terkenal, “Jika hari kiamat tiba dan di tangan salah seorang dari kalian ada benih kurma, maka jika ia mampu menanamnya sebelum kiamat tiba, hendaklah ia menanamnya.” Ia juga mengingatkan kembali hadits populer, “Kebersihan itu sebagian dari iman.”

 

Sebagai implementasi nyata, Dwiyana mencontohkan bagaimana Rasulullah SAW melarang berlebihan menggunakan air, bahkan saat berwudhu di sungai yang mengalir, menganjurkan menanam pohon, dan memuji orang yang menyingkirkan gangguan di jalan sebagai amal shalih.

 

Di akhir ceramahnya, Dwiyana mengajak para siswa untuk mengimplementasikan teladan Nabi dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

* Tidak berlebihan dalam makanan, pakaian, dan harta.

* Mengurangi sampah, menggunakan kembali, dan mendaur ulang barang.

* Menghemat air dan listrik sebagai bentuk syukur kepada Allah.

* Menjaga kebersihan rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

* Menanam pohon sebagai amal jariyah.

 

“Semoga kita termasuk hamba Allah yang qana’ah, menjaga kebersihan, serta melestarikan alam sebagaimana diajarkan Nabi,” pungkas Dwiyana.

 

Acara peringatan Maulid Nabi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran para siswa untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam setiap aspek kehidupan mereka. (M3L)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.