Dugaan Penggelapan Uang Atribut Siswa MAN 1 Pangkalpinang Capai Ratusan Juta, Kasus Berlarut Hingga Satu Tahun

oleh -1521 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Dugaan penggelapan dana pembelian atribut sekolah yang melibatkan mantan pengurus Koperasi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pangkalpinang berinisial SL terus mengemuka. Kasus yang diperkirakan menimbulkan kerugian hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah ini dilaporkan telah berlarut-larut selama hampir satu tahun tanpa kejelasan.

 

banner 336x280

​Berdasarkan keterangan Lilik, guru setempat yang juga mantan Ketua Koperasi MAN 1 Pangkalpinang, total dana pembayaran atribut siswa dari angkatan 2023/2024 hingga 2024/2025 yang tercatat dalam data kuitansi miliknya diperkirakan mencapai Rp172 juta. Dana tersebut diperuntukkan bagi pembelian paket atribut sekolah seperti jas, kaos olahraga, dan perlengkapan lainnya.

​
“Data kuitansi yang masuk ke saya totalnya sekitar Rp172 juta dari ratusan siswa. Jumlah per siswa bervariasi, ada yang sekitar Rp900 ribu untuk paket lengkap, ada juga yang hanya membeli jas saja,” ujar Lilik saat dikonfirmasi di lingkungan MAN 1 Pangkalpinang, Selasa (4/8).

 

​Lilik menjelaskan bahwa terhambatnya penyerahan atribut kepada para siswa disebabkan karena pihak konveksi belum menerima pelunasan dari terduga pelaku (SL), sementara pemesanan dan pengambilan barang di lapangan dilakukan atas nama dirinya selaku pengurus koperasi saat itu.

 

​Menurut Lilik, terduga pelaku yang berinisial SL dulunya direkrut untuk bekerja di lingkungan koperasi sekolah. Namun, saat permasalahan pembayaran ini muncul, akses komunikasi langsung melalui telepon seluler kerap diblokir oleh yang bersangkutan.

 

​”Pihak konveksi menagihnya ke saya karena penanggung jawab barangnya saya. Sementara uang pembayaran dari siswa diambil langsung oleh yang bersangkutan (SL) secara pribadi. Kami berharap pihak sekolah segera mengambil tindakan atau memanggil yang bersangkutan secara resmi agar permasalahan ini bisa diselesaikan,” kata Lilik.

 

​Berlarut-larutnya penyerahan atribut ini berdampak langsung pada para siswa yang saat ini telah naik ke kelas XI dan XII namun belum menerima hak atas atribut yang telah dibayarkan. Berdasarkan estimasi akumulasi dari keluhan sejumlah orang tua murid, total kerugian dana secara keseluruhan bahkan ditengarai mendekati angka Rp200 juta.

 

​Perwakilan orang tua siswa menyatakan keprihatinannya atas kelalaian pengelolaan dana ini. Pihak wali murid mendesak agar pihak sekolah dan kementerian terkait segera turun tangan memfasilitasi penyelesaian secara kekeluargaan.

 

​Namun, jika upaya mediasi dan pertanggungjawaban dari pihak terduga pelaku tidak membuahkan hasil dalam waktu dekat, para orang tua siswa menegaskan siap membawa permasalahan penggelapan dana ini ke jalur hukum.

 

​Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dan tanggapan lebih lanjut dari Kepala Sekolah MAN 1 Pangkalpinang serta terduga pelaku (SL) guna menjaga keberimbangan informasi (cover both sides). (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.