PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Guna menjamin efektivitas kegiatan dakwah dan bimbingan masyarakat, dua Penyuluh Agama Islam fungsional Kecamatan Gerunggang mengambil peran strategis membimbing mahasiswi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung. Pembinaan intensif ini ditekankan untuk memastikan para calon penyuluh muda mampu mengaplikasikan ilmu secara relevan dan tepat sasaran di lapangan.
Kedua sosok yang berdedikasi tersebut adalah Emmi Rianti S.Ag., dan Kun Anifah Windusari, M.E. Keduanya fokus mengarahkan mahasiswi agar memiliki keterampilan praktis yang mumpuni, khususnya dalam bidang penyuluhan agama dan bimbingan sosial.
Kegiatan PPL ini merupakan momen krusial bagi mahasiswi untuk mengintegrasikan teori perkuliahan dengan realitas dakwah. Dalam sesi pembinaan yang digelar pada Kamis (02/10), Emmi Rianti dan Kun Anifah membagikan wawasan lapangan mereka mengenai strategi dakwah yang paling efektif di wilayah Gerunggang.
Salah satu poin utama yang ditekankan adalah pentingnya adaptasi audiens. Materi penyuluhan harus disesuaikan untuk berbagai kelompok, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu-ibu majelis taklim, hingga kelompok profesional.
“Penyuluhan tidak boleh monoton. Kalian harus mampu menggunakan bahasa yang mudah dicerna, memanfaatkan media sosial jika perlu, dan yang terpenting, menyajikan solusi Islami untuk masalah-masalah sosial dan keagamaan kontemporer di masyarakat,” tegas Kun Anifah, menyoroti kebutuhan untuk bersikap dinamis dan modern dalam berdakwah.
Para mahasiswi PPL menerima bimbingan mendalam terkait teknis penyuluhan, termasuk cara menyusun materi yang menarik, menguasai teknik komunikasi persuasif, serta etika berinteraksi sebagai perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) di tengah masyarakat.
Pembinaan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis para mahasiswi, tetapi juga menumbuhkan profesionalisme sebagai calon sarjana keagamaan. Dengan bekal bimbingan langsung dari penyuluh yang telah berpengalaman bertahun-tahun, mahasiswi PPL IAIN SAS Babel diyakini dapat memberikan kontribusi nyata, sekaligus menjadi duta kebaikan dan moderasi beragama selama masa praktik mereka di masyarakat Gerunggang. (M3L)












