Dua Paskibraka Asal Papua Siap Kibarkan Bendera pada HUT ke-80 RI Bersama Presiden Prabowo Subianto

oleh -193 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta, Berita-Fakta.com — Dua pelajar dari tanah Papua mengakui gugup dan bahagia menjadi bagian Paskibraka di Istana Negara pada 17 Agustus mendatang.

Diketahui dua pelajar asal Papua tersebut, ialah Franciscus Sakfiris Pahabolisage dari SMA Negeri 1 Wamena, Provinsi Papua Pegunungan, dan Stincek Laramiapa dari SMA Negeri 1 Nabire, Provinsi Papua Tengah.

banner 336x280

Mereka pun mengungkapkan kebanggaan mereka terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional untuk perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta.

Keduanya akan menjalankan tugas mulia mengibarkan bendera Merah Putih di hadapan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 17 Agustus 2025.

Kebanggaan Bertemu Presiden Secara Langsung

Franciscus, pelajar asal Papua Pegunungan, mengaku takjub bisa berada di Istana Merdeka dan bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.

“Saya sangat senang dan bahagia. Dulu saya hanya bisa melihat perayaan HUT RI di televisi atau ponsel, tapi sekarang bisa hadir langsung di sini. Ini kesempatan luar biasa,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (14/8/2025).

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kesempatan menjadi bagian dari Paskibraka Nasional.

“Terima kasih, Bapak Presiden. Kami sangat semangat dan bangga bisa bertemu Bapak secara langsung,” tambah Franciscus.

Senada, Stincek Laramiapa dari Papua Tengah bertekad menunjukkan performa terbaik saat mengibarkan bendera pusaka.

“Pesan saya untuk Bapak Presiden, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengibarkan bendera dengan hasil terbaik pada hari H. Kami ingin membanggakan bangsa dan negara,” ungkapnya penuh semangat.

Perjuangan Melewati Seleksi Ketat

Proses menuju Paskibraka Nasional tidaklah mudah Franciscus menceritakan perjuangannya melewati tahapan seleksi yang dimulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.

Salah satu tantangan terbesar baginya adalah persiapan fisik.

“Saya belum terbiasa lari, push-up, atau sit-up. Jadi, saat tes fisik, saya benar-benar kaget. Lapangannya besar sekali, dan tubuh saya seperti tidak siap,” kenangnya sambil tertawa.

Meski demikian, kerja keras dan tekadnya membawa Franciscus lolos hingga ke tingkat nasional.

Sementara itu, Stincek awalnya meragukan kemampuannya untuk mencapai tahap nasional.

“Saya tidak menyangka bisa sampai di sini. Tapi sekarang, saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari Paskibraka Nasional dan bertemu teman-teman dari 38 provinsi lain,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa proses pelatihan di Jakarta membantunya memahami pentingnya kekompakan tim.

“Awalnya, kami belum saling kenal. Tapi selama pelatihan, kami belajar untuk kompak, saling memahami, dan fokus sebagai tim. Ini penting untuk memastikan pengibaran bendera berjalan sempurna,” tambahnya.

Gugup dan Bahagia Menjelang Hari H

Menjelang perayaan HUT ke-80 RI, Stincek mengaku merasakan campuran antara rasa gugup dan bahagia dalam mengibarkan bendera merah putih.

“Pasti ada rasa gugup, apalagi karena bisa bertemu langsung dengan Bapak Presiden. Tapi ini juga kebahagiaan besar, karena kami sampai di sini melalui usaha keras kami sendiri,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa menjadi bagian dari Paskibraka Nasional adalah kebanggaan tersendiri, terutama karena dapat mengharumkan nama daerah asalnya, Papua.

Franciscus juga berbagi pengalaman serupa. Ia menyebut bahwa menjadi Paskibraka adalah impian yang kini terwujud.

“Bisa berdiri di Istana Merdeka dan mengibarkan bendera di hadapan Presiden adalah sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” tuturnya.

Semangat Kebersamaan dalam Tim Paskibraka

Keduanya menekankan pentingnya kebersamaan dalam tim Paskibraka untuk mengibarkan bendera di istana merdeka pada 17 Agustus mendatang.

Stincek menjelaskan bahwa pelatihan intensif yang mereka jalani tidak hanya mengasah kemampuan fisik, tetapi juga membangun rasa solidaritas antaranggota.

“Kami harus memahami satu sama lain, fokus pada diri sendiri, tapi juga mendukung tim. Kebersamaan ini adalah kunci untuk sukses saat pengibaran bendera nanti,” ungkapnya.

Franciscus menambahkan bahwa meskipun awalnya merasa kewalahan dengan latihan fisik, ia kini merasa lebih siap.

“Pelatihan ini membuat kami lebih disiplin dan kuat. Saya belajar banyak dari teman-teman dari provinsi lain, dan itu sangat berharga,” katanya.

Misi Mengharumkan Nama Bangsa

Dengan semangat dan tekad yang kuat, Franciscus dan Stincek siap menjalankan tugas mereka sebagai Paskibraka Nasional pada perayaan HUT ke-80 RI.

Keduanya berharap dapat memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama Indonesia, khususnya daerah asal mereka, Papua.

Perayaan HUT ke-80 RI di Istana Merdeka akan menjadi momen bersejarah bagi kedua pelajar ini, maupun lainnya dengan semangat perjuangan.

Kehadiran mereka sebagai perwakilan Papua tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga simbol persatuan dan keberagaman Indonesia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.