Drama “Dusta di Antara Kita”: Hillma Olivia Bongkar Polemik Tambang Pemali di Depan Ketua DPRD Babel

oleh -557 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Ruang rapat DPRD Bangka Belitung mendadak panas. Kamis (21/5), suasana audiensi masyarakat Desa Pemali yang difasilitasi DPRD Babel berubah menjadi panggung kejujuran. Anggota DPRD Babel dari Fraksi Gerindra, Hillma Olivia, tak menyisakan ruang bagi keraguan saat ia membuka tabir fakta lapangan terkait aktivitas tambang yang mencekik napas warga Desa Pemali.

 

banner 336x280

Ibarat membedah luka lama yang kembali bernanah, Hillma dengan berani menyuarakan jeritan masyarakat. Di hadapan Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, ia menegaskan bahwa ada “dusta di antara kita” dalam polemik izin pertambangan yang dikelola mitra PT Timah di kawasan Pondi.

 

Dengan logat khas Bangka yang kental dan penuh penekanan, Hillma membongkar ketimpangan yang terjadi. Ia menyoroti perbedaan informasi yang mencolok antara pihak perusahaan dan realita pahit yang dirasakan warga di lapangan.

 

“Bapak jangan melindungi TMR! Kita sangat paham kasus GML kemarin. Jangan sampai ada dusta di antara kita,” seru Hillma dengan nada geram, menggambarkan kekecewaannya terhadap ketidakadilan yang dirasakan rakyat kecil.

 

Bagi Hillma, masalah ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan urusan perut. Ia menggambarkan bagaimana masyarakat Desa Pemali yang terhimpit ekonomi harus berjuang di tengah terjun bebasnya harga sawit, sementara aktivitas tambang yang membawa “orang kuat” justru seolah tak tersentuh hukum.

 

Hillma dengan lantang menantang pihak perusahaan dan PT Timah untuk jujur. Ia menyinggung soal keberadaan alat berat dan operasional di Pondi yang dinilai tidak transparan, bahkan sempat menyebut adanya keterlibatan pihak tertentu yang membuat warga merasa tidak berdaya.

 

“Masyarakat kita datang ke sini karena mereka sudah tidak punya pilihan lain. Mereka dikawal tentara, mereka merasa terintimidasi. Apakah ini cara kita memperlakukan tuan rumah di tanah kelahirannya sendiri?” tanya Hillma retoris.

 

Ia pun mendesak agar komisi terkait segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi tambang. Hillma menegaskan, regulasi mana pun yang dicari baik di kecerdasan buatan maupun literatur hukum tetap menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama di atas perusahaan.

 

 

Dalam momen yang emosional itu, Hillma menaruh harapan besar pada kepemimpinan Didit Srigusjaya. Ia mendoakan agar sang Ketua DPRD diberikan kekuatan dan amanah untuk menuntaskan keresahan masyarakat Desa Pemali hingga tuntas.

 

“Tolong Pak Ketua, berdayakan dulu masyarakat kita. Kita pasang badan untuk rakyat. Sebelum masalah ini clear, kita tidak boleh berhenti,” pungkasnya dengan tegas.

 

Audiensi ini menjadi babak baru perjuangan warga Desa Pemali. Dengan dukungan penuh dari perwakilan rakyat yang berani bersuara, masyarakat kini menanti langkah nyata DPRD Babel untuk menghentikan praktik yang dianggap merugikan dan mengembalikan ketenangan di desa mereka. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.