PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA — Ketua Tanfidziah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pangkalpinang yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, H. Firmantasi, memimpin langsung puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026.
Rangkaian kegiatan yang meliputi Istighosah Qubro, Tausiyah Kebangsaan, hingga penyaluran santunan bagi 64 orang kaum dhuafa tersebut dipusatkan di Pondok Pesantren Assalafiyah Nurul Hidayah, Girimaya, Pangkalpinang, Sabtu (24/10/2026).
Dalam penjelasannya, H. Firmantasi mengungkapkan alasan strategis di balik pemilihan Pondok Pesantren Assalafiyah Nurul Hidayah sebagai lokasi puncak perayaan HSN tahun ini. Langkah tersebut sengaja diambil untuk menggaungkan kembali semangat serta dorongan kepada masyarakat agar tidak ragu menyekolahkan anak-anak mereka ke lembaga pendidikan pesantren.
H. Firmantasi menegaskan, posisi pondok pesantren di Indonesia saat ini telah memiliki landasan hukum yang sangat kuat dan sejajar dengan lembaga pendidikan formal lainnya.
“Pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren sebagai regulasi resmi yang mengakui, memfasilitasi, dan mengatur peran penting pondok pesantren. Bahkan di Kementerian Agama sendiri kini telah berdiri Direktorat Jenderal Pesantren. Ini membuktikan bahwa pesantren sudah sejajar dengan lembaga pendidikan lainnya,” ujar H. Firmantasi.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa pesantren memiliki tiga fungsi kompleks yang sangat vital bagi bangsa, yakni fungsi pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan masyarakat. Sejalan dengan tema Hari Santri 2026, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, H. Firmantasi mengimbau seluruh pengelola pesantren untuk terus melakukan pembenahan internal.
“Pondok pesantren harus terus memperkuat sistem serta sarana dan prasarananya agar mampu menjawab tantangan zaman dan melahirkan generasi penerus yang unggul,” tambahnya.
Komitmen kepemimpinan H. Firmantasi dalam menggerakkan fungsi pemberdayaan masyarakat juga dibuktikan melalui penyaluran bantuan santunan secara langsung kepada 64 orang kaum dhuafa yang hadir di lokasi acara.
Kegiatan khidmat ini turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin, Sekretaris Tanfidziah PWNU Babel H. Darwis Netta, Rois Syuriah PCNU Pangkalpinang K.H. Tumiran Ganefo, Sekretaris Tanfidziah A. Sukri Ahkap, pimpinan Istighosah Ustadz Andi Usman, penceramah Ustadz Ichsan Habibi, serta ratusan warga Nahdliyyin Kota Pangkalpinang. (Gema)









